Daftar 5 Universitas Terbaik di Papua Terbaru Paling Favorit

Universitas Terbaik di Papua – Universitas di Papua yang satu ini bisa menjadi tujuan dan pilihan Anda untuk melanjutkan pendidikan. Setelah lulus SMA atau sederajat silahkan lihat daftar perguruan tinggi baik swasta maupun negeri di Papua yang anda minati. Papua adalah daerah di ujung timur Indonesia. Saat ini ada beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta seperti perguruan tinggi di Papua yang akan kami bahas.

Daftar Universitas di Papua Terbaru 2023

Berikut daftar universitas terfavorit di Papua yang dikutip dari beberapa sumber, antara lain:

1. Universitas Cenderawasih atau UNCEN

Universitas pertama di Papua ini merupakan salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Jayapura, yaitu Universitas Cenderawasih atau UNCEN. Didirikan pada 10 November 1962, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ini berlokasi di Jalan Kampolker, Jalan Kambolker Perumnas III, Yabansai, Heram, Papua.

UNCEN memiliki beberapa fakultas antara lain Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fisipol, Fakultas Hukum, Ekonomi dan Bisnis, Fakultas MIPA, Fakultas Teknik, Fakultas. Kesehatan Masyarakat, untuk Fakultas Kedokteran.

2. Universitas Musamus, Merauke

Selain itu, universitas di Papua ini juga merupakan salah satu universitas negeri di Bumi Cenderawasih. Universitas Musamus Merauke yang berdiri pada tanggal 16 Agustus 2006, sebelumnya merupakan Sekolah Tinggi Teknik yang berubah status.

Lokasinya di Jalan Kamizaun Mopah Lama, Rimba Jaya, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Papua. Universitas ini memiliki beberapa fakultas seperti Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Pertanian hingga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Universitas Terbaik di Riau Paling Baru 2023

3. Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Universitas swasta di Papua ini berlokasi di Jalan Raya Sentani Padang Bulan Abepura, Jayapura. Salah satu kampus teknik terbaik di Papua ini memiliki berbagai fakultas, antara lain Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Teknologi Industri dan Kebumian, Ilmu Komputer dan Manajemen, Ekonomi, Sastra dan Sosial Politik, serta Fakultas Ilmu Kesehatan.

4. Universitas Papua Yapis

Universitas peringkat keempat di Papua ini merupakan universitas swasta yang berdiri pada tanggal 14 April 2004. Fakultas yang ada di universitas ini antara lain Fakultas Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fisipol, Fakultas. Perikanan dan Ilmu Kelautan, F. Teknik dan Sistem Informasi. Kampus Universitas Yapis Papua terletak di Jalan Dr. Sam Ratulangi Nomor 11, Trikora, Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua.

5. Universitas Ottow Geissler Jayapura

Yang terakhir adalah Universitas Ottow Geissler Jayapura. Terletak di Kotaraja Dalam, Vim, Abepura, Jayapura, Papua. Universitas ini kini memiliki beberapa fakultas seperti Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan.

Itu tadi beberapa daftar universitas di Papua yang bisa menjadi pilihan Anda untuk melanjutkan pendidikan di dunia perkuliahan. Masih banyak perguruan tinggi seperti SMA dan institut di Papua yang akan kita bahas pada artikel selanjutnya.

5 Rekomendasi Universitas Terbaik di Riau Paling Baru 2023

Universitas Terbaik di Riau – Siapa yang tidak mengenal Riau. Riau adalah provinsi yang terletak di bagian tengah pulau Sumatera. Ibu kota Riau yaitu Pekanbaru, hari jadi provinsi Riau jatuh pada tanggal 9 Agustus 1957. Provinsi Riau memiliki berbagai kawasan wisata alam yang indah. Nah buat sobat yang ingin melanjutkan kuliah di Riau, berikut informasi universitas terbaik di Riau.

Informasi Perguruan Tinggi di Riau

1. Universitas Riau

Universitas Riau merupakan perguruan tinggi negeri yang berlokasi di Pekanbaru. Kampus ini memiliki Fakultas MIPA, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi & Bisnis, Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum , Fakultas Keperawatan dan Pascasarjana.

Kampus yang telah mendapatkan akreditasi “A” dari BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Lokasi kampus Universitas Riau antara lain Kampus Bina Widya, Jalan HR Soebrantas Km 12,5 Desa Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau 28293 – Indonesia.

2. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau atau disebut juga UIN Suska adalah Universitas Islam Negeri yang didirikan pada tanggal 19 September 1970 dengan nama IAIN Sulthan Syarif Qasim. Kemudian pada tanggal 4 Januari 2005 menjadi UIN Sultan Syarif Kasim.

UIN Sultan Syarif Kasim Riau memiliki Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Ushuluddin, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Psikologi, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, Fakultas Ilmu Pertanian dan Peternakan dan Pascasarjana.

Kampus yang memiliki akreditasi “B” dari BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Universitas ini terletak di Negara Islam Sultan Syarif Kasim Riau yaitu Jalan HR. Soebrantas Panam Km. 15 No.155, Tuah Madani, Kec. Tampan, Kabupaten Kampar, Riau 28293.

Baca Juga: Daftar 6 Universitas Terbaik di Sulawesi Terbaru 2023

3. Universitas Islam Riau

Universitas Islam Riau merupakan perguruan tinggi di Pekanbaru yang didirikan pada tanggal 4 September 1962 bertepatan dengan 23 Zulkaidah 1382 H dan merupakan perguruan tinggi tertua di Provinsi Riau.

Kampus ini memiliki Fakultas Hukum, Fakultas Agama Islam, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Psikologi dan Pascasarjana.

Kampus yang memiliki akreditasi “B” dari BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Untuk lokasi kampus, kampus terletak di Jl. Kaharuddin Nst No. 113, Simpang Tiga, Kec. Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau 28284.

4. Universitas Muhammadiyah Riau

Universitas Muhammadiyah Riau merupakan perguruan tinggi swasta yang berdiri pada tanggal 5 Juni 2008. Kampus ini memiliki Fakultas Teknik, Fakultas MIPA dan Kesehatan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Hukum, Fakultas Agama Islam .

Universitas Muhammadiyah Riau memiliki akreditasi “B” dari BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Lokasi kampus Universitas Muhammadiyah Riau berada di Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau – Indonesia.

5. Universitas Abdurrab

Universitas Abdurrab merupakan universitas swasta yang berdiri pada tanggal 7 Juni 2005. Kampus ini memiliki Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi & Ilmu Kesehatan, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Universitas Abdurrab memiliki akreditasi “Sangat Bagus” dari BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Lokasi kampus Universitas Abdurrab berada di Jl. Riau Ujung No. 73, Tampan, Air Hitam, Payung Satu Kaki, Air Hitam, Kec. Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau 28291.

Pahlawanku Tirto Adhi Soerjo PENERBIT KORAN PERTAMA DI INDONESIA

Ketika kita mendengar nama Tirto Adisurjo (TAS), banyak diantara kita yang masih mengerutkan kening karena tidak mengenalnya. Namun papabila disebutkan nama Minke, tokoh utama dalam novel tetralogi karya Pramoedya Ananta Toer, tentu sungguh memalukan kalau kita tak mengenalnya. Ketahuilah, sungguhnya tokoh Minke dalam Novel tersebut adalah Tirto Adisurjo itu sendiri. Dialah tokoh pers nasional sekaligus pejuang yang pertama berani menerbitkan Koran dari kalangan pribumi.

Pengasingan dan pembuangan bukanlah hal baru dalam hidup TAS. Pena tajam dan lugas kerap menjadikan dirinya sebagai kerikil tajam oleh pemerintahan kolonial Belanda kala itu. Kepiawaian dan keberanian tanpa tedeng aling-aling yang menggugah dan mendapat simpati publik.

Menurut catatan Dr. Rinkes, Medan Prijaji diminati oleh masyarakat karena dalam salah satu rubrik terdapat penyuluhan hukum gratis. Simpati pun datang melimpah dari masyarakat hingga pada tahun ketiga tepatnya Rebo 5 Oktober 1910, Medan Prijaji berubah menjadi harian dengan 2000 pelanggan.

Medan Prijaji merupakan Koran pertama di Indonesia dibawah naungan TAS. Koran ini dianggap sebagai Koran pertama di Indonesia. Koran pertama ini disebabkan hampir seluruh karyawan Medan Prijaji adalah Boemi Poetra atau penduduk Indonesia dengan menggunakan bahasa melayu.

Koran yang berpusat di kota Bandung ini memposisikan diri sebagai corong suara publik dengan moto “Orgaan Boeat bangsa jang terperentah di H.O. tempat akan memboeka swaranya anak-Hindia” salah satu moto yang dianggap berani dan membentuk opini umum.

INILAH PENERBIT KORAN PERTAMA DI INDONESIA

Tulisan-tulisan TAS yang begitu berani langsung menuding muka orang. Tak ada bijakan kolonial yang dianggap memberatkan rakyat luput dari penanya. Koran ini benar-benar menjadi ajang”perkelahian” dibeberapa daerah seperti Banten, Rembang, Cilacap, Bandung. Tulisan-tulisannya kerap diperkaarakan oleh ppihak yang merasa disudutkan dari pemberitaannya.

Salah satu kasus dari sekian banyak tulisan di muat pada Medan Prijaji No. 19-1909 mendappat dukungan 236 warga desa Bapangan Purworejo yang pasng badan. Pada gilirannya tulisan ini memuat TAS dibuang selama 2 bulan di Lampung. Kasus ini kemudian mendapat perhatian pers Belanda.

Kasus pemula ketika ada indikasi penyalahgunaan kewenangan antara Aspirant Controleur Purworejo A Simon dengan wedana Tjorosentono. Kedua pejabat itu dituduh karena mengangkat lurah bapangan yang tidak mendapat dukungan suara. Sementara kandidat pertama yang didukung , Mas Soerodimedjo, malah ditangkap dan dikenakan hukuman.

Pada tulisan itu TAS memperolok kedua pejabat itu dengan sebutan monyet penetek atau ingusan. Tulisan itu merupakan wujud kesalahan TAS yang melihat peristiwa atau kebijakan yang dianggap merugikan publik.

Perhatian tak henti-henti menyuarakan peristiw atau kebijakan yang dianggap merugikan publik dan sikapnya yang selalu membela kawula (masyarakat kecil) melalui bentuk investivigasi reporting. Model pembelaan terhadap kasus yang memuat dalam Medan Prijaji ini pada perkembangan jurnalistik disebut sebagai jurnalistik advokasi.

Tokoh pejuang ini menginspirasi sastrawan besar indonesia Pramoedya Ananta Toer yang dituliskannya pada novel Tralogi dan Sang Pemula. Pada novel Tralogi, TAS digambarkan sebagai tokoh Minke yang memiliki peranan pada masa-masa awal pembangkitan nasional dengan membangun organisasi dan pers.

Keberanian itu tercatat dalam buku Sekilas Pejuangan Surat kabar yang terbit pada tahun 1985. Sudarjo Tjokosisworo dalam tulisannya menyatakan bahwa TAS merupakan wartawan Indonesia pertama yang menggunakan surat kabar sebagai pembentuk pendapat umum. Kacaman dan kritik pedas menghantarkan TAS “disingkirkan” dari pulau jawa menuju Pulau Bacan dekat Halmahera (Maluku Utara).

Ki Hajar Dewantara yang notabene seorang pahlawan pendidikan nasional dalam buku kenangan-kenangan pada tahun 1952 mengatakan bahwa TAS merupakan wartawan modern yang menarik perhatian karena lancar tajam penanya. Bekas murid stovia yang waktu itu bekerja sebagai redaktur harian Bintang Betawi kemudian bernama Berita Betawi Pada akhirnya memimpin Koran Medan Prijaji.

Takashi Shiraisi dalam buku Zaman berherak mengatakan seorang TAS merupakan salah orang yang memenuhi isi catatan terutama dari laporan DR Rinkes. Hal ini diakibatkan karena TAS memiliki banyak peranan dalam pembentukan Serikat Dagang Islam di Surakarta bernama Haji Samanhudi.

Pengakuan terhadap kiprah tokoh ini kemudian dikukuhkan pada tanggal 3 November 2006 dengan gelar pahlawan Nasional melalui Keppres RI NO 85/TK/2006, sementara pada tahun 1973 tokoh ini dikukuhkan sebagai Pahlawan Pers Nasional.

Nah, tambah lagi satu pengetahuan kit atentang pahlawan di Indonesia. Jangan lupa ya, “ bangsa yang benar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya ”..