RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

WELCOME

PARIWISATA
image

GO JATENG 2013

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
MITRA
image

LBH LINDU AJI

SAIKI JAM

HOBBY

SINGOTORO JEEP CLUB

Syahrini "Penampilan Itu Perlu"

image

Butuh perhatian khusus bagi penyanyi Syahrini dalam hal penampilan. Budget yang disediakan pun tidak tanggung-tanggung, meski secara etika dirinya tidak akan membuka angka soal nilai yang harus dikeluarkan setiap kali tampil.

 

"Pastinya disesuaikan cash flow kita, memenuhi untuk kita, penampilan ini...ini, tapi ada yang mengatur ya, ada manajemen dan pihak akunting aku. Kalau sekarang lagi suka penampilan orang kantoran ya, dan itu pun mempunyai perintilan-perintilan yang banyak juga, yang harus dibeli, dengan harga yang cukup mahal juga," ungkap syahrini.

 

Namun kocek yang dikeluarkan untuk baju, make up dan pernak-perniknya itu dianggap sebagai sebuah investasi. Karena tentunya akan kembali setelah para penggemarnya memperoleh kepuasan, dan diikuti jadwal konser yang terus menyusul.

 

"Buat aku nggak masalah karena itu (baju mahal) akan berputar, ya kayak investasi yang bisa berputar di off air ya. Jadi sedikit budget di on air tapi kan kita dapet di off air. Lumrah ya," tegasnya. Semua tergantung omzet dan harus disesuaikan.

 

"Aku nggak pernah budgetin berapa, tapi kalau omset aku tinggi ya pasti beli yang sedikit spesial. Tapi kalau bulan ini aku harus kencangkan ikat pinggang, ya harus pas-pasan juga. Nggak harus memastikan," terangnya.

 

"Kalau dulu sebelum ada manajemen seperti ini awal-awal 2008, wah itu segala macam tak terkendali dan semenjak 2009 itu baru sudah solid dan jadi sudah tahu kapasitas pengeluaran seperti apa, jadi balance," sambungnya. **KPL.COM

------------------------------------------------------------------------------------------

Norman Siap Masuk Dunia Entertainment

Status Briptu Norman sebagai polisi dinilai menjadi hambatan karir di dunia entertainment, karena seorang artis tentunya akan memiliki agenda padat. Apalagi Norman terikat oleh kesatuannya. Jalan tengah pun sepertinya tidak diperoleh kesepakatan.

 

"Berapa banyak sih 'oknum-oknum' kepolisian yang menyakiti masyarakat, Briptu Norman yang hanya menyanyi dan positif kenapa nggak dicarikan jalan keluarnya agar tetap menyalurkan hobi, menyanyinya," ungkap Andri W Kusuma SH. MM, selaku pengacara PT. Falcon.

 

"Sebenarnya sayang. Kenapa nggak, dia diajari public speaking? Jadi saat dia menyanyi membawa agenda polisi. Norman dicintai masyarakat harusnya bisa dikemas dengan baik agar dapat mengubah image polisi," sambungnya.

 

Label rekaman PT. Falcon memastikan mengontrak Norman Kamaru dengan nilai di atas 2 milyaran rupiah untuk sebuah album dan film layar lebar yang sudah dipersiapkan prosesnya. April mendatang dua lagi akan mulai dilempar ke pasaran.

 

"Pertama untuk 2 lagu. Beliau minta dikembangkan minta satu album. Terus dia minta dibuatkan satu film. Kontrak sudah berjalan. Kita minta status beliau seperti apa," terang Andri setengah bertanya.

 

Falcon juga sepenuhnya menyerahkan kepada Norman untuk menentukan pilihan. Keputusan sepenuhnya di tangan Norman untuk memilih, karena tanpa dia mundur pun sebenarnya bisa dengan catatan memiliki kelonggaran waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya, sekaligus kampanye kesatuannya.

 

"Kontrak itu kami serahkan ke beliau, kami tidak bisa memaksakan. Bukan kita mewajibkan dia. Tinggal dia waktunya kapan. Harusnya bisa dibahas, mungkin dia terburu-buru memutuskan untuk mundur. Sangat menyayangkan, biar gimana dia hadir sebagai icon kepolisian. Dia sendiri hadir di hiburan itu karena Briptu bukan Norman Kamaru-nya. Karena seragam cokelatnya. Tapi ya keputusan itu ada di tangan beliau," urainya.

 

Bersamaan, di tempat yang sama pihak Falcon juga menggelar perdamaian dengan Farhat Abbas terkait perseteruannya merebutkan Norman. Mereka memilih berdamai, karena nantinya Norman tidak lagi menggunakan seragam polisi, sebagaimana yang dipersoalkan Farhat dalam somasinya.

 

"Kita dituntut lebih kreatif, karena kita tidak bisa menggunakan baju cokelat atau seragamnya lagi. Seragam kan nggak cuma polisi atau tentara. Kita sudah ada kesepakatan damai itu juga ada tertulis," tegas Andri. **KPL.COM

Fri, 23 Sep 2011 @16:48

Copyright © 2017 PCD TECH · All Rights Reserved