RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

WELCOME

PARIWISATA
image

GO JATENG 2013

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
MITRA
image

LBH LINDU AJI

SAIKI JAM

HOBBY

SINGOTORO JEEP CLUB

Kasus Studio Mini Akan Diperiksa Ulang Kejati

image

Semarang,KSR.COM _ Pemeriksaan ulang terhadap para saksi kasus dugaan korupsi proyek Studio Mini “Mbali Desa Mbangun Desa” Pemerintah Provinsi Jateng akan dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah , ini untuk mendapatkan keterangan tambahan, ujar Asisten Pidana Khusus Kejati, Ali Mukartono, kemarin.

Terkait dengan hal tersebut, penyidik Kejati Jateng akan melakukan pemeriksaan kembali terhadap sejumlah saksi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, PLN Purwokerto, TVRI, dan pelaksana proyek untuk memperoleh keterangan tambahan.

"Sebelumnya Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Tengah menyatakan ada kerugian dalam kasus studio mini berupa barang tidak terpasang yakni dua unit trafo," kata Ali Mukartono kepada wartawan, kemarin.

Menurut dia, dari sejumlah saksi yang menjalani pemeriksaan kembali tersebut, saksi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang diduga mengetahui keberadaan barang yang menjadi objek kerugian dari kasus studio mini.

”Kami menargetkan dalam dua atau tiga pekan ke depan penyidikan sudah tuntas, kemudian hasilnya akan dilaporkan ke Kepala Kejati Jateng guna penentuan apakah kasus studio mini bisa naik ke tahap penuntutan atau tidak,” ungkapnya.

Kendati demikian, Kejati masih belum menetapkan tersangka atas kasus ini. Proyek ini dilaksanakan dengan APBD Jateng tahun 2008 yang disempurnakan dengan anggaran tahun 2009. Total anggaran adalah Rp 4,2 miliar.

Sebelumnya kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah mendapatkan sorotan tajam dari sejumlah elemen masyarakat Jawa Tengah, atas mangkraknya kasus dugaan korupsi pembangunan studio mini “Mbali Desa Mbangun Desa” di kantor Pemprov Jateng.

           DPD LIPMI (Lembaga Investigasi Permasalahan Masyarakat Indonesia) Kota Semarang mendesak agar Kejati Jateng tidak ‘tebang pilih’ dalam menangani kasus korupsi.

“Kami mendesak Kejati Jateng segera menjemput paksa para tersangka korupsi studio mini. Agar, kedua tersangka tidak menghilangkan barang bukti dan melarikan diri,” ujar Ketua DPD LIPMI Kota Semarang, Mansyur Salim, belum lama ini.

Dia menjelaskan pemberantasan tindak pidana korupsi di Kejati Jateng, jalan ditempat. Padahal sebelumnya Kejati Jateng sudah menetapkan status tersangka terhadap Agus Utomo, pejabat Pemprov Jateng dan seorang pejabat TVRI, namun hingga kini keduanya belum di proses sesuai aturan hukum.

“Tragisnya lagi, peningkatan status dari saksi menjadi tersangka terhadap Agus Utomo dan pejabat TVRI oleh Kejati Jateng, sudah 6 bulan yang lalu. Namun, upaya prores hukumnya maupun penahanan terhadap tersangka hingga sekarang tak pernah dilakukan oleh Kejati.” terangnya.**TIM

 

Mon, 21 May 2012 @10:54

Copyright © 2017 PCD TECH · All Rights Reserved