Murdoko diduga terlibat dalam kasus korupsi APBD Kendal 2003-2004

Semarang,KSR.COM _Divisi Monitoring Kinerja Penegak Hukum KP2KKN,Eko Haryanto menyatakan,pihaknya berharap agar dalam mengusut dugaan kasus korupsi APBD Kendal 2003-2004,KPK tidak melakukan tebang pilih,meski kali ini melibatkan tersangka Ketua DPRD Jateng,Murdoko.


Seperti telah diberitakan di beberapa media lokal, bahwa belum lama ini KPK melalui Juru Bicaranya, Johan Budi menyatakan,pihakpenyidik KPK telah menetapkan bahwa status Murdoko sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Bahkan menurut Johan Budi,dalam waktu dekat ini,yang bersangkutan akan dipanggil penyidik KPK untuk diperiksa sebagai tersangka.

“Kami akan memanggil yang bersangkutan untuk diperiksa sebagai tersangka,”kata Johan Budi di depan sejumlah awak media. Dikatakan lebih lanjut,bahwa Murdoko diduga terlibat dalam kasus korupsi APBD Kendal 2003-2004,yang dilakukan bersama-sama Hendy Budoro (Bupati Kendal saat itu) dan mantan Kepala Dinas Pendapatan dan Aset Kabupaten Kendal,Warsa Susila.


“Saat ini KPK belum memandang perlu untuk melakukan penahanan terhadap tersangka,”kata Johan Budi menanggapi pertanyaan para wartawan.
Dalam hal ini,lanjut Johan Budi, tersangka akan dikenakan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 UU No 31Tahun 1999,Tentang Tindak Pidana Korupsi yang diubah dalam UU No 20Tahun 2001,junto pasal 55 ayat 1 ke 1KUHP.


Soal akan diperiksanya Murdoko selaku tersangka,Eko Haryanto mengingatkan,agar KPK bersikap tegas dalam mengusut kasus dugaan korupsi tersebut. Sebab,masih menurut Eko Haryanto,selama ini KPK dinilai melakukan tebang pilih dalam proses hukum yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi negara. “Jika dalam proses hukum masih terjadi tebang pilih,maka dalam penindakan kasus korupsi akan sulit dijalankan,”tambah Eko lagi.**TIM

Mon, 23 Apr 2012 @11:21