KPK Tetapkan Soemarmo Jadi Tersangka

Semarang,KSR.COM_Babak baru penetapan status tersangka Walikota Semarang Soemarmo HS oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menyeretnya masuk bui. Pasalnya, dia diduga terlibat pemberian suap ke anggota DPRD Kota Semarang terkait pembahasan APBD Kota Semarang 2011-2012.
Soemarmo diduga berperan sebagai inisiator pemberian suap. Terkait dengan penahanan terhadap Walikota Semarang setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Johan mengatakan hal itu menunggu hasil pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
"Beliau akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada minggu depan," ujarnya.
Diduga, pemberian suap dari pihak Walikota ke DPRD Kota Semarang tersebut bertujuan memuluskan usulan tunjangan penghasilan Pemerintah Kota Semarang serta persetujuan APBD Kota Semarang 2012 senilai Rp 2,3 triliun.
Soemarmo, kata Johan, disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Ancaman hukuman maksimalnya, 5 tahun penjara.
Penetapan tersangka Soemarmo ini merupakan pengembangan kasus dugaan suap yang menjerat Sekretaris Kota Semarang, Ahmat Zainuri, dan dua anggota DPRD Semarang, yakni Sumartono (Fraksi Partai Demokrat) dan Agung PS (Fraksi Partai Amanat Nasional). Ketiganya tertangkap tangan di lingkungan kantor DPRD, 25 November lalu.
Akan Ditahan
 
Menanggapi status Soemarmo HS menjadi tersangka Eko Hariyanto KP2KKN mengatakan, bahwa Soemarmo Walikota Semarang memang layak, harus dan wajib untuk ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemberian suap ke anggota DPRD Kota Semarang terkait pembahasan APBD Kota Semarang 2011-2012.
 
Berdasarkan bukti bukti yang dimiliki oleh KPK maupun keterangan para saksi yang saat ini lagi diperiksa di Pengadilan Tipikor Semarang memang mengarahkan kepada dia sebagai aktor intelektualnya dalam kasus tersebut.
 
Ditambahkan Eko, kasus ini jangan berhenti hanya pada Soemarmo selaku walikota. Sebab masih banyak orang di Pemkot Semarang yang juga harus ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, termasuk para aktor intelektual yang ada di DPRD Semarang. Mereka itu belum ditetapkan KPK sebagai tersangka.
 
“Jadi dalam kasus ini KPK baru menetapkan empat orang tersangka. Satu sudah disidangkan yaitu Ahmad Zainuri, sedangkan dua orang anggota dewan yang terlibat belum disidangkan, yang terbaru penetapan Soemarmo dari saksi jadi tersangka itu,” ujarnya.
 
Kita tunggu aja babak baru dari KPK, Soemarmo akan dipanggil KPK untuk diperiksa sebagi tersangka, karena KPK sudah memiliki dua alat bukti minimal untuk menetapkan Soemarmo tersangka. “Saya rasa dia akan dipanggil ke Jakarta, kemudian ditahan disana,” katanya.
 
“Kami para pengiat anti korupsi yang getol menyoroti dan mengawalnya, akan terus bergerak, dan inilah salah satu hasilnya. Bagi tersangka lainnya tinggal menunggu waktu saja mereka akan segera ditetapkan juga menjadi tersangka oleh KPK. **TIM

Tue, 20 Mar 2012 @02:11