Mengaku Pernah Menyuap, Kesaksian Soemarmo Berbelit Belit

image

 

Semarang,KSR.COM_Walikota Semarang Soemarmo HS benar-benar intelektual dan licin seperti belut. Pasalnya, selain dikawal oleh ratusan anggota Pemuda Pancasila (PP), juga berbelit-belit memberikan kesaksian pada sidang lanjutan perkara suap Sekretaris Daerah Kota Semarang terkait dengan pengesahan RAPBD Tahun Anggaran 2012.

Kedatangan Walikota Semarang Soemarmo HS langsung disambut dan dikawal oleh anggota PP. Suasana pun menjadi ricuh. Massa pendukung walikota ini akhirnya terlibat adu dorong dan adu mulut dengan pengunjung dan wartawan.

Sidang dipimpin hakim ketua Ifa Sudewi, Soemarmo yang mengenakan kemeja batik biru itu membantah keterlibatan dirinya dalam perkara suap tersebut. Ia menjelaskan bahwa pertemuan-pertemuan di beberapa tempat yang dihadiri terdakwa Akhmat Zaenuri, Agung Purno Sarjono, Sumartono, dan sej

umlah kepala dinas tidak membahas pemberian suap kepada anggota dewan.

Bahkan walikota membantah tidak memberi perintah terhadap Sekda Akhmat Zaenuri dan bawahannya untuk menyuap anggota DPRD demi kelancaran pembahasan APBD 2012. Namun ia mengakui pernah memberikan suap kepada pejabat Pemprov Jateng.

Keterangan Soemarmo bertolak belakang dengan saksi-saksi sebelumnya dan saat ditanya menjawab 'tidak ingat’ dan selalu berbelit-belit menjawab pertanyaan hakim maupun kuasa hukum  Akhmat Zaenuri.

Dibantah Zaenuri

Ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Roni, menanyakan tujuan pertemuan yang dilakukan di lantai enam Hotel Novotel, Soemarmo mengatakan bahwa pertemuan itu hanya membahas bantuan Pemerintah Kota Semarang kepada sejumlah partai politik.

Saat ditanya oleh Agus Nuruddin selaku penasihat hukum terdakwa Akhmat Zaenuri mengenai pesan singkat yang intinya meminta agar ruang kerja sekda sebelum digeledah KPK pascapenangkapan, Soemarmo pun tidak mengakui jika yang mengirim pesan itu bukan dia, meskipun pesan tersebut dikirim melalui nomor telepon seluler miliknya.

"Saya bingung kok tahu-tahu penyidik KPK menunjukkan pesan singkat itu pada saat pemeriksaan, termasuk siapa yang mengirimnya," ujarnya.

Keterangan Soemarmo dalam persidangan langsung dibantah oleh terdakwa Akhmat Zaenuri. Saya keberatan jika walikota mengaku tidak tahu-menahu mengenai suap yang diberikan kepada anggota dewan terkait dengan pengesahan RAPBD Kota Semarang 2012," ujar Akhmat Zaenuri tegas.

Akhmat Zaenuri menjelaskan, dirinya selalu melaporkan kepada Walikota Semarang Soemarmo HS mengenai perkembangan kemampuan sejumlah dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Kota Semarang untuk memenuhi permintaan uang anggota dewan terkait dengan pengesahan RAPBD 2012.

Sementara kuasa hukum Akhmat Zaenuri lainnya, Denny Septiviant, menanyakan kepada walikota terkait keterangan saksi-saksi sebelumnya yang mengatakan bahwa Sekda nonaktif tersebut mendapat perintah dari walikota untuk memberikan sejumlah uang kepada DPRD Kota Semarang sebagai syarat kelancaran RAPBD.

"Ada lima saksi menyatakan bahwa Saudara memberi perintah untuk pengumpulan uang atau mengkoordinir ke Sekda. Apa betul demikian?" tanya Denny di ruang sidang.

"Salah, tidak ada perintah dari saya," jawab Soemarmo dengan tegas.

"Mohon dicatat, Yang Mulia, karena lima saksi menyatakan ada perintah, dan satu saksi yang mengingkari," kata Denny.

Meski pun ingkar memberi perintah, Soemarmo mengakui pernah memberikan suap kepada pejabat Pemprov Jateng untuk menurunkan bantuan. "Tapi baru sekali itu saya lakukan," kata Soemarmo.

"Tapi baru sekali ya yang ketahuan, itu pun karena disadap," ujar jaksa diikuti tawa pengunjung sidang sambil berguman keterangan Soemarmo berbelit-belit.

Suasana Ricuh

 

Kehadiran anggota PP di kompleks Pengadilan Tipikor Semarang, Jl dr Suratmo karena mendengar kabar ada massa yang akan mendemo pengadilan. Massa tersebut menuntut walikota ditetapkan sebagai tersangka, karena walikota dinilai terlibat dalam kasus suap sekda.

 

Adu dorong massa PP dengan wartawan terjadi di pintu masuk ruang sidang. Bahkan sempat terdengar caci maki antar keduanya. Ormas tersebut dinilai arogan, karena menghalang-halangi pengunjung dan wartawan masuk dalam ruang sidang yang terbuka untuk umum tersebut.

 

Keadaan kembali kondusif ketika Soemarmo menenangkan massa PP. Dia meminta massa ormas tidak terlalu berlebihan dalam mengawal.

 

Disambut Demo

 

Kedatangan Soemarmo juga disambut unjuk rasa dari Jaringan Kerja Buruh (Jarikebu). Mereka meminta Soemarmo dijadikan tersangka kasus suap, karena namanya disebut-sebut terdakwa dalam persidangan sebelumnya.

 Di Kawasan Tambakaji, 1 km dari pengadilan, massa Jaringan Kerja Buruh (Jarikebu) berunjuk rasa. Mereka meminta penegak hukum menjadikan walikota sebagai tersangka baru dalam kasus suap.

 Nama walikota disebut-sebut dalam sidang kasus suap sekda. Dalam reka ulang oleh penyidik KPK, pucuk pimpinan Kota Semarang itu juga ikut dalam satu adegan di lantai enam hotel Novotel.

 "Dalam dakwaan disebutkan sekda bersama-sama walikota melakukan tindak pidana penyuapan terhadap DPRD," kata aktivis Jarikebu, Prabowo.***

Tue, 6 Mar 2012 @14:41