Gubernur Lemhanas RI Gelar Coffe Morning, Bersama Pimpinan Redaksi dan Wartawan

image

Jakarta- Suara Rakyat _Bertempat di aula LEMHANAS, jalan Merdeka Selatan , kamis 16 February 2012, Gubernur Lemhanas mengadakan silahturami berbentuk coffe morning bersama pimpinan redaksi dan wartawan.

Dalam keterangan pers Gubernur Lemhanas Budi Susilo Soepandji : pertama-tama mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh pimpinan redaksi dan rekan wartawan yang berkenan meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan coffe morning gubernur lemhanas RI dengan para pemimpin redaksi dan wartawan media cetak maupun elektronik. Pada dasarnya kegiatan ini maupun forum silahturami antara jajaran Lemhanas RI dengan kalangan media masa.

Diharapkan , melelui forum ini akan dapat terbangun komunikasi yang konstruktif antara Lemhanas RI dengan kalangan media masa . Sekaligus mensinergikan peran dan tugas masing-masing untuk bersama-sama membangun suasana kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara demokratis , beretika dan bermartabat.

Pada saat yang baik ini , Lemhanas mengucapkan selamat ulang tahun kepada insan pers nasional berkenaan dengan hperingatan hari pers nasional yang jatuh pada tanggal 9 februari yang lalu . Tidak dapat dipungkiri , bahwa saat ini media masa telah tumbuh menjadi salah satu pilar demokrasi yang akan ikut menentukan arah dan jalannya kehidupan demokrasi di tanah air. Oleh karena itu kita semua berharap bahwa insan pers nasional mampu mengemban tugas berat dan tanggung jawab secara bijak , dengan tetap berpedoman pada jati diri bangsa dan dalam kerangka tetap utuh dan tegaknya Negara kesatuan Republik Indonesia .

Demikian pula dengan peran dan tanggung jawab yang diemban Lemhanas RI, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, Lemhanas RI juga memiliki tujuan yang sama dengan mengawal proses demokratisasi dan menjaga keutuhan NKRI, walaupun dengan cara yang berbeda , Lemhanas melaksanakannya melalui pendidikan menyiapkan kader-kader pemimpin nasional / negarawan, membuat kajian strategis dan melaksanakan pemantapan nilai – nilai kebangsaan bagi seluruh komponen bangsa di pusat maupun didaerah.

Melalui ketiga kegiatan tersebut , Lemhanas RI diharapkan mampu mengemban amanat pendiri bangsa, yaitu untuk mewujutkan ketahanan nasional bangsa ini dalam rangka tercapainya cita-cita dan tujuan nasional.

Dalam aspek pendidikan kader pemimpin nasional, tahun ini Lemhanas RI akan menyelenggarakan tiga pendidikan sekaligus ,yaitu: PPRA XLVII, PPRA XLVIII, PPSA XVII. Tema pendidikan yang ditetapkan untuk ketiga pendidikan tersebut, masing-masing yaitu : “ Pendidikan politik dalam rangka ketahanan nasional “, “ Ketahanan pangan dalam rangka kemandirian bangsa” , dan “ hubungan pemerinta pusat dan daerah dalam rangka keutuhan NKRI”.

Ketiga tema pendidikan tersebut, telah disesuaikan dengan tantangan yang sedang dihadapi bangsa. Dengan harapan , para peserta pendidikan akan memahami permasalan-permasalahan apa saja disetiap tema tersebut dan kemudian mampu menyusun langsung solusi dalam bentuk kebijakan, strategi dan upaya. Tentukan dengan harapan bekal yang didapat selama pendidikan tersebut dapat diimplementasikan dala masa kepemimpinannya dimasa dating.

Dalam rangka mewujudkan Lemhanas RI sebagai lembaga kelas dunia, mulai tahun ini Lemhanas RI melakukan penerimaan peserta pendidikan secara lebih selektif, yaitu melalui serangkaian tes yang mencangkup : Tes Potensi Akademik (TPA), Pisikotest dan tes kemampuan Bahasa Inggris (TOEFL).Rangkaian test ini dimaksudkan untuk memperoleh peserta pendidikan yang berkualitas dalam aspek kemampuan, kepribadian dan kepemimpinan.Dalam lingkup internal,Lemhanas RI telah,sedang dan akan terus melakukan pembenahan melalui kegiatan assessment dan peningkatan kualitas maupun kompetensi SDM dalam berbagai strata dan aselon dilingkungan Lemhanas RI.

Dalam aspek kajian strategi Lemhanas RI akan melakukan berbagai kajian actual terkait isu kemiskinan,ketersediaan lapangan pekerjaan,ketahanan energi dan ketersediaan infrastruktur yang dibutuhkan dalam rangka pembangunan nasional, seperti MP3EI dan MP3EI.Kajian-kajian tersebut merupakan tindak lanjut direktif dan arahan khusus Presiden RI pada saat kerja pemerintah pada tanggal 19 januari 2012 yang lalu.Kajian-kajian ini nantinya akan melibatkan departemen teknik terkait, agar didapat kebijakan yang dapat diimplementasikan dan memberi kontibusi nyata bagi lankah-langkah perbaikan yang sedang dan akan terus dilakukan pemerintah.

 Terkait aspek pemantapan nilai-nilai kebangsaan,dalam beberapa kesempatan kunjungan kerja dan dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama, akademis, pemuda, guru, mahasiswa dibeberapa daerah, diperoleh gambaran nyata keinginan, agar Pancasila dipertahankan dan direvitalisasi serta dijadikan kurikulum wajib dalam penyelenggarakan pendidikan dan kebudayaan untuk melakukan berbagai kegitan DSN kajian yang diperlukan.

Tekait dengan hal itu pula, Lemhanas RI telah menyusun dan menyelenggarakan program, kegiatan TRAINING OF TRAINING OF TRAINERS (TOT) nilai-nilai kebangsaan secara berkelanjutan . Tenaga-tenaga pelatih ini, nantinya akan menjadi ujung tombak kegiatan TOT ini adalah para guru ,Dosen, dan tenaga pendidik dalam berbagai strata pendidikan didalam dan di luar sekolah. Hal ini mengingat bahwa guru , dosen  dan tenaga pendidik merupakan garda terdepan pembentukan watak dan karakter generasi muda bangsa .

Demikian beberapa informasi yang ingin saya sampaikan pada kesempatan terbaik ini. Tekait beberapa penjelasan yang telah disampaikan , Lemhanas RI membuka diri dan menerima saran , kritik dan masukan yang kontruktif dalam rangka pembangunan kehidupan berbangsa yang demokratis dan bermartabat yang berlandaskan PANCASILA sebagai jati diri bangsa.**TIM

Tue, 6 Mar 2012 @14:41