RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

MITRA
image

ANGKRINGAN NAMBAH TERUS SEMARANG

WELCOME

MITRA
image

Angkringan Nambah Terus 

Jl. Gajah Raya No.128c Semarang

PARIWISATA
image

GO JATENG GAYENG 2018

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
MITRA
image

LBH LINDU AJI 

HOBY
image

Komunitas Mobil HBC

SAIKI JAM

AGUS UTOMO DISKRIMINATIF TERHADAP WARTAWAN

image

 

Semarang,KSR.COM_Dalam rangka memeringati  Hari Anti Korupsi Sedunia dan dalam rangka kunjungan  RI 1 Presiden Susilo Bambang  Yudoyono pada hari Jumat (9/12/11) pagi tadi acara dipusatkan di Area Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Acara ini dihadiri oleh segenap pejabat tinggi negara dan Gubernur Seluruh Indonesia .

 

Sebagai tuan rumah perhelatan ini Pemprov Jawa Tengah telah menyiapkan segala sesuatunya termasuk keamanan dengan menurunkan ribuan personil dari TNI dan POLRI untuk menjaga lancarnya acara tersebut. Bahkan gang-gang sepanjang 1 km sekitar acara di jaga 2-3 petugas.

 

Wartawan yang meliput acara tersebut baik cetak dan elektronik harus memiliki tanda pengenal (ID Card_red) yang tentunya dikeluarkan oleh Karo Humas Provinsi Jateng. Namun ironisnya dalam pembagian  ID tersebut  dinilai diskriminatif. Karena hanya media-media besar (harian dan elektronik) saja yang begitu mudah mendapat jatah ID liputan itu, sedangkan dari media mingguan dan media online seperti di anaktirikan.

 

Hal ini terjadi sejak rabu pagi hingga sore banyak rekan-rekan wartawan sudah menunggu untuk meminta ID Liputan tapi dengan berat hati mereka tidak dapat bagian ID Liputan yang dimaksud. Diantaranya adalah dari Tabloid Toentas Jakarta, Amunisi Jakarta, Dinamika, Surya Buana, Kontak, Sergap, Suara Persada Jateng dan beberapa rekan media lain yang hanya bisa menunggu dari pagi hingga petang tanpa kepastian yang jelas di kantor Humas Provinsi Jateng.

 

Tujuan tersebut untuk menunggu Ka Humas Agus Utomo, namun oleh stafnya dijelaskan bahwa pak AU  tidak ada ditempat. Sambil menunggu teman-teman lain bergumam “jangan-jangan Agus utomo masih diperiksa Kejati atas dugaan Kasus Studio Mini, seloroh seorang teman wartawan” sambil ketawa , kemudian pergi meninggalkan kantor Humas Prov.Jateng.

 

Bahkan sampai Hari Kamis pun, masih belum ada kabar tentang ID Liputan untuk Acara Hari Anti Korupsi yang berpusat di MAJT itu, karena tanpa ID itu wartwan tak bisa meliput acara tersebut.

 

Betapa sulitnya wartawan mingguan ini mendapat ID liputan  seperti Wartawan Lain yang begitu mudah mendapatkannya. Bahkan seorang teman wartawan berkata , jangan bermimpi kamu broo bisa dapat ID Liputan, yang dapat itu harian, ujarnya.

           

Namun ada juga yang bisa dapat ID tersebut tapi dengan kapasitas bila ABS dengannya. Sejarahn ya humas belum pernah denger wartawan mingguan bisa dapat. Menutup kemungkinan sejak dulu rasanya seperti anak tirikan, maka saya tidak heran, ini sudah hal biasa Agus Utomo Diskriminatif terhadap wartwan..?.

 

Selama dua hari kami menghubungi Karo Humas Agus Utomo di ruang kerjanya tapi tidak pernah ada. Bahkan tidak pernah capek kami mencoba menanyakan ke staffnya namun selalu dilempar kesana sini seperti bola pimpong.

 

Saat mencoba kita hubungi Handphone dan kita sms sama sekali tak ada tanggapan, beginikah sikap seorang figur publik humas yang seharusnya sebagai corong jendela informasi masyarakat Jawa Tengah..? Ini sudah jelas bisa dibedakan mana yang anak emas dan anak tiri.

 

Dari penulusuran kami memang ada dugaan wartawan mingguan yang bisa mendapat ID Liputan, tapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari, kalau menurut mereka ini yang bisa ABS saja dengannya.Dari salah satu wartawan yyang tergabung dalam forum mingguan, online dan cetak hari jum'at pagi mencoba menghubungi Drs.Hadi Prabowo dan mengatakan mengenai ID peliputan untuk wartawanagar lebih jelasnya diminta menanyakan ke Dephum dan HAM kata sekda.

Ketika kami klarifikasi ke sana yang menerima adalah sekretaris di jawab bahwa memang kita mengeluarkan ID Liputan untuk RI 1 tapi khusus untuk karyawan saja, terangnya. kalau untuk yang lainnya kami kurang tahu, coba nanti silahkan hubungi pak nunung sebagai humas DEPHUM dan HAM yang saat ini masih mengikuti acara tersebut, tambahnya.

Namun  bagaimana juga sampai sekarang ini AU masih disayangi dan di cintai Sekda dan Gubernur apalagi melihat Kasus dugaan mark up studio mini. Tapi sampai sekarang penyidik juga masih memeriksa terus dan belum begitu mahir menangani kasus AU tersebut   yang sampai kini belum selesai yang semestinya tersangkanya diproses secepatnya apabila memang terbukti terlibat dan dibawa kemeja hijau kemudian dipenjarakan itu namanya  pemerintah yang bersih adil dan berwibawa bebas dari  korupsi.**TIM

Fri, 9 Dec 2011 @17:07

Copyright © 2020 PCD TECH · All Rights Reserved