Kasus Suap Sekda, KPK Periksa Walikota Soemarmo

Semarang,KSR.COM _Walikota Semarang Soemarmo HS dan Wakil Walikota Semarang Hendrar Prihadi, kemarin menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di gedung serbaguna kompleks Akademi Kepolisian Semarang dalam kasus dugaan suap terkait pengesahan RAPBD 2012.

Soemarmo HS yang mengenakan batik merah tiba di gedung tersebut sekitar pukul 09.45 dengan mengendarai mobil Toyota Kijang Innova H 9503 WA, sedangkan Wakil Walikota datang 45 menit lebih awal dengan mobil Toyota Camry H 7518 ZA.

Menurut informasi menyebutkan, penyidik KPK juga memeriksa Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Ednawan Haryono, serta tiga tersangka dalam kasus dugaan suap itu.

Tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut adalah Sekretaris Daerah Kota Semarang nonaktif Akhmat Zaenuri, dan dua anggota DPRD Kota Semarang Agung Purno Sarjono serta Sumartono.

Hingga saat ini, pemeriksaan terhadap tiga tersangka dan sejumlah saksi untuk kasus tersebut masih berlangsung, namun pemeriksaan berjalan secara tertutup, sehingga keterangan resmi dari pihak berwenang masih belum diperoleh wartawan.

Sebelumnya, penyidik KPK telah menangkap tangan dua anggota DPRD serta Sekretaris Daerah Kota Semarang Akhmat Zaenuri di halaman kantor DPRD kota setempat, Kamis (24/11) siang.

Dua legislator yakni Agung Purno Sarjono dan Sumartono yang ditangkap tersebut saat ini telah mendekam di sel tahanan Mapolda Jateng, sedangkan tersangka Akhmat Zaenuri ditahan di sel tahanan Mapolrestabes Semarang. Keduanya dengan status tahanan titipan KPK.

Dalam penangkapan jajaran eksekutif dan legislatif tersebut, KPK juga menyita sejumlah amplop berisi uang yang diduga digunakan para tersangka untuk bertransaksi.

Hendi Diperiksa 6 Jam

Sementara itu, Wakil Walikota Semarang Hendrar Prihadi selesai menjalani pemeriksaan penyidik KPK berlangsung sekitar enam jam. Hendrar Prihadi diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait dengan pengesahan RAPBD 2012.

Hendrar Prihadi yang mengenakan kemeja batik merah keluar dari ruang pemeriksaan pukul 14.45 dan langsung menuju mobil Toyota Camry bernomor polisi H 7518 ZA.


Saat ditanya mengenai materi dan jumlah pertanyaan selama pemeriksaan, Hendrar tidak bersedia menjelaskan serta meminta wartawan menanyakan langsung kepada penyidik KPK.


"Saya lapar, masih ada yang punya nasi bungkus tidak," tanya Hendrar dengan nada bercanda saat ditanya sejumlah wartawan mengenai materi pemeriksaan.


Selain memeriksa Hendrar Prihadi, penyidik KPK juga memeriksa Walikota Semarang Soemarmo, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Ednawan Haryono.

Ednawan selesai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 12.10 dan juga tidak bersedia memberikan keterangan. **TIM

Fri, 9 Dec 2011 @09:50