RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

WELCOME

PARIWISATA
image

GO JATENG 2013

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
MITRA
image

LBH LINDU AJI

SAIKI JAM

HOBBY

SINGOTORO JEEP CLUB

KPK Tangkap Sekda Kota Semarang dan 2 Anggota DPRD

image

Semarang,KSR.COM _Kemarin siang, sejumlah petugas KPK dan beberapa aparat dari Mabes Polri ‘bergentayangan’ di gedung DPRD Kota Semarang. Dalam pergerakannya disana, mereka berhasil menangkap dua anggota dewan yakni Agung Purno Sarjono atau biasa dipanggil Agung PS asal Fraksi PAN yang menjabat sebagai Ketua Komisi B dan Sumartono, Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, dari Fraksi Partai Demokrat.

Penangkapan itu berlangsung sekitar pukul 12.00 atau seusai kedua anggota dewan itu menghadiri rapat Banggar (Badan Anggaran) dengan agenda pembahasan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) RAPBD 2012 di ruang paripurna DPRD. Dalam penangkapan itu, KPK berhasil menemukan barang bukti berupa uang hasil dugaan suap di dalam mobil dinas Agung PS, Inova H 95 A.

“Saya hitung ada sekitar Rp 40 juta. Uang tersebut terbagi di dalam 21 amplop warna putih tanpa tulisan,” kata anggota Satpol PP Kota Semarang Subur.

KPK menangkap tangan pejabat yang diduga melakukan praktik suap, Sekda Kota Semarang   Akhmat Zaenuri dan dua anggota DPRD Kota Semarang Sumartono dan Agung Purno Sardjono.

Ketiganya diduga usai melakukan transaksi suap. Ironisnya, perbuatan itu dilakukan di kompleks kantor DPRD Kota Semarang. "Baru saja tadi pukul11.30 tangkap tangan AZ Sekda Kota Semarang dan dua anggota DPRD Kota Semarang Sm dan APS di halaman parkir kantor DPRD," kata Johan Budi SP, Juru Bicara KPK.

Ditemukan 20 amplop yang diduga berisi uang. Johan mengungkapkan, suap itu diduga terkait pembahasan APBD 2012. "Proses penangkapan dilakukan sesaat setelah pemberian," ujar Johan.

KPK menyita lebih dari 20 amplop yang diduga berisi uang. Setiap amplop telah bertulis nama yang diduga bakal menerima suap. "Tangkap tangan di Semarang, Sm dan APS, anggota DPRD Kota Semarang serta AZ, Sekda Kota Semarang," ujar Johan, kemarin.

Johan mengungkapkan, suap itu diduga terkait pengesahan APBD 2012. Mengenai jumlah uang yang disita, Johan mengaku belum mengetahuinya. "Poses penangkapan dilakukan sesaat setelah pemberian," ungkap Johan.

Dibawa KPK

Dua anggota DPRD Kota Semarang, Martono dan Agung Purno Sardjono serta Sekda Kota Semarang Akhmat Zaenuri dibawa KPK setelah menjalani pemeriksaan selama beberapa jam. Diduga penangkapan ketiganya terkait suap dalam pengesahan APBD.

Sumartono yang berasal dari Partai Demokrat   dan Agung dari PAN diperiksa di mobil yang terparkir halaman Balaikota Semarang, Jalan Pemuda. Mobil itu sempat keluar kompleks balaikota tapi kembali lagi, lalu pergi lagi tak diketahui tujuannya.

Sementara Sekda Kota Semarang Akhmat Zaenuri diperiksa di ruang kerjanya, komplek Balaikota. Sekitar pukul 15.00 WIB, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang itu akhirnya digelandang KPK.

Akhmat Zaenuri tak berkomentar sedikit pun. Dia hanya membawa buku dinas, ia langsung naik mobil. Selang beberapa menit kemudian, sejumlah petugas KPK keluar dari ruang kerja sekda. Mereka membawa tas.

Sayangnya, baik pihak DPRD maupun Pemkot Kota Semarang tidak ada yang mau memberikan komentar terkait penangkapan ini. Baik Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Kota Semarang yang menaungi Sumartono, dan FPAN yang menaungi Agung Purno pun tidak mau berkomentar.

Sumartono merupakan politikus PD, sedang Agung merupakan politikus PAN. Demikian juga pihak Pemkot Semarang, nomor telepon Sekda   Ahmad Zainuri saat ditelepon yang mengangkat ajudannya. Sang ajudan hanya menyebut Sekda tengah melakukan kegiatan di rumah.

Sementara itu, KPK masih melakukan pengembangan kasus ini. Belum dipastikan berapa jumlah uang suap yang ditemukan. KPK masih melakukan penghitungan. "Jumlah uangnya yang diduga untuk penyuapan masih dihitung penyidik," jelas Johan.

Serahkan 25 Amplop

Sekda Kota Semarang Ahmad Zaenuri membawa 2 amplop berlabel nama-nama dan berisi uang saat ditangkap tim KPK. Zaenuri menyerahkan sejumlah amplop kepada anggota DPRD Martono dan Agung Purna Sarjono.

"Ada 25 amplop. Semuanya memiliki label nama yang berbeda," kata sumber. Ketika dikonfirmasi ke Jubir KPK, Johan membenarkan ditemukan amplop yang berjumlah banyak. Namun, Johan tidak mengetahui jumlah amplop secara pasti. "Yang pasti amplopnya lebih dari 10," kata Johan.

Tim KPK menangkap Zaenuri serta Agung dan Martono. Zaenuri kedapatan tengah memberikan beberapa amplop kepada dua anggota dewan itu. Amlop-amplop itu tidak hanya diberikan di ruangan kerja, tapi juga di mobil anggota dewan. Pemberian tersebut diduga berkaitan dengan pengesahan APBD 2012 di Kota Semarang.

Dibuka Petugas Satpol PP

Penangkapan dua anggota DPRD Kota Semarang, di halaman parkir Balaikota Semarang oleh tim KPK langsung menghebohkan Kota Semarang. Dari sejumlah informasi di Pemkot Semarang, penangkapan terjadi pukul 12.15 WIB.

Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, salah satu amplop yang diterima oknum anggota DPRD itu sempat diambil dan dibuka oleh anggota Satpol Pamong Praja, yang mendampingi tim anggota KPK. Setelah amplop dibuka, isinya diperkirkan uang lembaran Rp 100.000 dengan jumlah sekitar Rp 1 juta sampai Rp 5 juta per amplop.

Diduga, 10 amplop berisi uang ini merupakan panjar untuk memuluskan pembahasan RAPBD Kota Semarang 2012. Kejadian penangkapan itu langsung menyebabkan suasana di kantor Walikota ataupun kantor DPRD Kota Semarang tegang. Wali Kota Semarang Soemarmo HS tidak berada di kantor, begitu pula sejumlah wakil pimpinan dan anggota DPRD.

Seperti dikabarkan, saat ini Banggar DPRD Kota Semarang tengah mengajukan rancangan APBD 2012 senilai lebih kurang Rp 2,3 Triliun untuk pendapatan dan belanja daerah.

Suasana tegang di Balaikota Semarang pascapenangkapan anggota DPRD tidak mempengaruhi sejumlah pegawai negeri sipil di lingkungan ini. Mereka, para PNS, malah sibuk menelepon atau menerima telepon melalui telepon genggam mengabarkan berita penangkapan itu sudah dilansir di berbagai media.

Walikota Pasrah

Menanggapi hal itu, Walikota Soemarmo HS mengaku, sangat prihatin terhadap kejadian tersebut. Ia mengatakan hal tersebut kini sedang diproses oleh penegak hukum yakni KPK.

“Yang pertama, saya sangat prihatin dengan kejadian ini. Yang kedua, karena ini sudah proses oleh penegak hukum, ya kita serahkan pada beliau-beliau saja,” ujarnya.

Meski begitu, ia meminta, masyarakat Kota Semarang untuk tetap mengedepankan praduga tidak bersalah dan membiarkan para penyidik KPK untuk melaksanakan sesuai dengan tugasnya. Ia sendiri mengaku tidak tahu menahu atas persoalan yang terjadi tersebut. “Saya tidak tahu,” ujarnya singkat.

Kronologi Penangkapan

Siang kemarin tim KPK menangkap Sekretaris Kota Semarang Ahkmat Zaenuri dan dua orang anggota DPRD Semarang, Martono dan Agung Purna Sarjono. Zaenuri ditangkap setelah kedapatan memberi sekitar 10 amplop kepada dua anggota Dewan itu. Berikut kronologi pemberian uang panas tersebut berdasar informasi yang dihimpun dan pernyataan resmi dari Jubir KPK Johan Budi SP.

Rabu (23/11) malam, t im dari KPK berangkat dari kantor pusat, Jl Rasuna Said, Jaksel, menuju Semarang. Mereka bergerak setelah mendapatkan informasi bakal adanya transaksi antara tiga orang tersebut.

Kamis (24/11) pagi, t im KPK melakukan pengintaian di kantor DPRD kota Semarang dan kantor Pemerintah Kota Semarang. Tim mendapati Ahkmat Zaenuri menuju ke kantor DPRD Semarang.

11.30 WIB, t im KPK menangkap Zaenuri serta Agung dan Martono. Zaenuri kedapatan tengah memberikan beberapa amlop kepada dua anggota dewan itu. Amlop tidak hanya diberikan di ruangan kerja, tapi juga di mobil anggota dewan. "Jumlah amlopnya sekitar 10," ujar Johan. Dia mengatakan, pemberian uang panas tersebut diduga terkait pengesahan APBD 2012.

13.00 WIB, t im dari KPK masih di lokasi untuk menghitung total nilai uang di amlop tersebut. Rencananya petang kemarin, tim bersama tiga orang yang tertangkap akan di terbang ke Jakarta. **TIM

Fri, 25 Nov 2011 @21:55

Copyright © 2017 PCD TECH · All Rights Reserved