RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

WELCOME

PARIWISATA
image

GO JATENG 2013

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
MITRA
image

LBH LINDU AJI

SAIKI JAM

HOBBY

SINGOTORO JEEP CLUB

Direktur Utama Bank Jateng, "Pembiayaan sektor perumahan dapat menggenjot penyaluran kredit"

Jakarta,KSR.COM_Direktur Utama Bank Jateng Hariyono, turut serta dalam penandatangananPerjanjian Kerjasama Operasional antara Pemimpin Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan dan empat bank untuk menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), tiga bank lainnya adalah   Bank CIMB Niaga, Bank Mandiri, dan Bank BRI Syariah. Penandatangan MoU tersebut dilaksanakan di kantor Kemenpera, kawasan Kebayoran, Jakarta, Senin (17/10/2011). FLPP itu sendiri, adalah merupakan Program Kerja Kementerian Perumahan Rakyat.  

"Sektor pembiayaaan untuk properti di Indonesia, masih kurang, di bawah tiga persen rasionya terhadap GDP, ini rendah sekali. Makanya, yang kita inginkan adalah bagaimana masyarakat berpenghasilan di bawah Rp2,5 juta memiliki rumah, jadi FLPP dibayar dalam jangka panjang," ungkap Menpera Suharso Monoarfa yang turut serta menyaksikan MoU tersebut.

Menurut Suharso, keinginan perbankan yang ingin kredit kepemilikan rumahnya dibayar dengan jangka pendek dan bunga tinggi adalah sebuah ironi bagi bangsa, mengingat daya beli masyarakat yang masih rendah.

"Negara-negara makmur seperti Singapura, memiliki kredit pembiayaan rumah yang murah dan panjang, di Singapura dengan bunga 2,8-3 persen selama 30 tahun bisa dapat apartemen. Di Indonesia bunganya masih di atas dua digit, padahal likuiditas perbankan kita berada di atas 8-9,5 persen," lanjutnya.

Secara terpisah, Direktur Utama Bank Jateng, Hariyono mengakui bahwa Pembiayaan pada sektor perumahan dapat menggenjot penyaluran kredit. Dengan demikian akan membantu target loan to deposit ratio (LDR) yang ditetapkan Bank Indonesia minimal 78 persen, selain itu juga resiko terhadap ancaman macet sangat kecil.

“Kita sudah sering melakukan pembiayaan untuk perumahan, dan sejauh ini lancer. Apalagi program FLPP ini cukup aman, karena resiko Non Performance Loan ditanggung bersama” terang Hariyono.

Menanggapi masih tingginya bunga kredit saat ini, menurutnya hal tersebut adalah nilai rata-rata yang ditetapkan perbankan Indonesia saat ini.

“Kita memang belum bisa mengikuti suku bunga yang berlaku di Negara lain, karena indicator perekonomiannya berbeda”, pungkasnya.**Andy.pd bs.

Thu, 20 Oct 2011 @10:14

Copyright © 2017 PCD TECH · All Rights Reserved