Berdayakan Koperasi dan UMKM , Dengan Fasilitasi Modal dan Pemasaran

image

Semarang.KSR.COM _Misi kedua Provinsi Jawa Tengah adalah pembangunan Ekonomi Kerakyatan berbasis Agrobisnis, Pertanian, UMKM dan Industri Padat Karya. Untuk Mewujudkannya Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah merumuskan Rencanan Strategis Tahun 2008 – 2013 diantaranya adalah.
    Penuatan Kelembagaan Ekonomi Masyarakat pedesaan dalam basis sistem agrobisnis (KUD, Koperasi Pertanian, Koperasi Simpan Pinjam/Unit Simpan Pinjam. Meningkatkan pengembangan Jaringan Usaha dan PeRluasan Akses dan pangsa pasar Koperasi dan UMKM baik di dalam maupun luar negeri.
    Memperluas akses koperasi dan UMKM terhadap lembaga pembiayaan dan penguatan lembaga keuangan yang dimiliki dan dikelola oleh masyarakat (KSP/UP,KJKS, dll), Mendorong pertumbuhan dan memberdayakan UMKM melalui berbagai insentif dibidang perijinan dan memberikan fasilitas pemasaran, melalui berbagai pameran produk-produk UMKM sertta penguatan sarana dan prasrana pendukung kegiatan usaha UMKM.
    Serta peningkatan kualitas SDM Koperasi dan UMKM melalui penguatan lembaga pendidikan untuk menghasilkan SDM yang memiliki kompetensi dan daya saing yang tinggi.
    Sementara Program uatama dari Dinak Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah adalah:
1.    Program Penguatan Kapasitas Kelembagaan, Koperasi dan UMKM.
2.    Program Pengembangan Diversifikasi Usaha dan Peningkatan Daya saing.
3.    Program Pengembangann Permodalan dan Jaringan Kemitraan Usaha
4.    Program Peningkatan Produktifitas, Pemasaran dan Jaringan Usaha
5.    Program Perluasan dan Peningkatan Akses Jangkauan Pelayanan Pendidikan.
Selain program diatas ada juga Program penunjang dari Dinas Koperasi dan
UMKM Provinsi Jawa Tengah yaitu Program Pendidikan Luar sekolah dan program peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan dan anak. Langkah strategis untuk mendukung  dan mendorong tercapainya sasaran pemberdayaan koperasi dan UMKM secara optimal melalui sistem OVOP (One Village One Product) berbasis Koperasi yang merupakan sistem yang dikembangkan dalam memajukan Produk unggulan daerah yang diperlukan keterpaduan berbagai pihak atau stakeholder melaui dari faktor input, proses dan output.
    Dari faktor Input adalah memalui Penyerapan SDM yang memiliki kompetensi sukup, penyediaan bahan baku lokal (Local Resources Based) serta permodalan baik dari KSP/USP dan Perbankan.
    Sedang faktor Proses meliputi Penguatan kelembagaan dan jaringan usaha, penerapan tekonolgi pengolahan dan peningkatan packing produk dfan Brand produk . sedangkan output dapat berupa marketing atau pemasran baik melalui pasar lokal, pasar regional sampai pasar ekspor.

Dari 25.426 unit koperasi di jawa tengah 77,15 % adalah tergolong koperasi aktif, 37,26% Koperasi Berkualitas dan sisanya 22,84% tidak aktif. Koperasi simpan pinjam  sebagai lembaga keuangan  mikro dapat berbentuk KSP (Koperasi Simpan Pinjam), USP (Unit Simpan Pinjam), KJKS (Koperasi Jasa Keuangan Syariah) dan UJKS (Unit Jasa Keuangan Syariah) saat ini berjumlah sebanyak 19.517 unit, yang semuanya telah dinilai kesehatanya untuk tahun buku 2009  sebanyak 13.004 unit (66,62 %) dengan kondisi Sehat yaitu 8.330 unit (64,06%), untuk kategori Cukup sehat sebanyak 3.359 unit (25,83 %), kategori Kurang Sehat sebanyak 986 unit (7,58%) dan untuk kategori koperasi tidak sehat sebanyak 329 unit (2,53%).
    Sementara itu untuk tahun buku 2010 jumlah KSP/USP posisi Juni 2011 yang baru ini kesehatannya  sebanyak 361 Unit (1,8%). Penguatan Koperasi Pertanian dilakukan melalui revitalisasi KUD. Jumlah KUD di Jawa Tengah s/d akhir 2010 tercatat sebanyak 590 unit dengan kondisi KUD aktif sebanyak 554 unit (93,8%) dan tidak aktif sebanyak 36 unit (6,1%).
    Dalam rangka revitalisasi telah diupayakan agar berperan dalam penyaluran pupuk bersubsidi dan sampai dengan tahun 2010 telah dicapai 33 KUD dan 20 Koperasi Pertanian sebagai distributor Pupuk.
    UMKM sektor pertanian di Jawa Tengah sendiri sebanyak  4,2 jt unit dan non pertanian sebanyak 3,6 jt unit. Dan pada triwulan II telah dikembangkan pelatihan berbagai bidang usaha dan terwujud tenaga terampil antara lain: Usaha bidang ikan asap sebanyak 20 UMKM, usaha bidang handycraft sebanyak 20 UMKM, bidang boga 20 UMKM, Manajemen Pemasaran sebanyak 90 UMKM, usaha boga berbasis kompetensi sebanyak 40 UMKM, usaha Jahit berbasis kompetensi sebanyak 40 UMKM, usaha bordir sebanyak 20 UMKM dan bidang Pemasaran dan desain produk sebanyak 30 UMKM.    
    Selain itu Pemfasilitasan produk keluar Provinsi pernah dilakukan diantaranya Pameran SMESCO di Jakarta bagi 8 UMKM (Bordir, Tenun, Kerajinan Tembaga, Makanan olahan dan Kopi) dan nilai transaksi mencapai 163.500 dan juga telah terjadi kesepakatan bisnis dengan buyer serta order pasca pameran senilai 15.350.000.
    Juga pernah mengikuti INACRAFT di Jakarta bagi 3 UMKM (Batik Tulis, Troso) dan nilai transaksi yang terjadi Rp.200.750.000 serta ada kesepakatan bisnis dengan buyer pasca pameran adalah sebesar Rp.30.000.000. Untuk mendukung produktivitas bagi Koperasi dan UMKM, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan peralatan sebesar Rp.12.811.685.000 untuk meningkatkan produktifitasnya.

    Karena upaya yang telah lakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah kita dianugrahi Penghargaan Oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia sebagai Provinsi Penggerak Koperasi tahun 2010 dengan peringkat penghargaan “Paramadhana Utama Koperasi” pada tanggal 20 Juli 2010 dan Penghargaan sebagai Kepala Daerah Terbaik dalam Pengembangan Kewirausahaan dalam acara pencangangan gerakan kewirausahaan Nasional di Gedung SMESCO Jakarta.**ANDY

Thu, 3 Nov 2011 @11:28