RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

MITRA
image

ANGKRINGAN NAMBAH TERUS SEMARANG

WELCOME

PARIWISATA
image

GO JATENG GAYENG 2018

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip

MITRA
image

LBH LINDU AJI

SAIKI JAM

HOBBY
image

SINGOTORO JEEP CLUB

WIL Pejabat Pemprov Mengadu Gubernur

image

Semarang,KSR.COM _Seorang oknum pejabat teras di Provinsi Jawa Tengah didunga berselingkuh dan kemudian menghasilkan dua anak, tapi tak diaku. Moral pelayan rakyat tengah dipertaruhkan.
Riana Anita Sari (36), seorang ibu muda berparas cantik besama dua anaknya nekad mendatangi Gedung Berlian kantor DPRD Jawa Tengah. Pasalnya, dia kesal terhadap pasangan selingkuhnya yang tidak mau bertanggungjawab atas hasil buah cinta mereka.


So pasti, kedatangan Riana dengan kedua anaknya, di sidang paripurna DPRD Jateng, Senin (10/10) sangat mengejutkan para anggota dewan Jateng, karena kedatangan seorang perempuan yang menggandeng dua bocah berseragam sekolah.
Yang menghebohkan, perempuan tersebut mengaku sebagai wanita idaman lelaki (WIL), alias wanita simpanan Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng Maryanto.


Riana mengaku tinggal di Jalan Subali, Krapyak, Semarang. Kehadirannya di kantor wakil rakyat ini ingin mengadu akan nasibnya kepada Gubernur Jateng Bibit Waluyo, meminta perlindungan perihal status kedua anaknya yang hingga kini tidak diakui oleh Maryanto.


“Saya sengaja datang ke sini untuk bertemu Pak Bibit (Gubernur Jateng Bibit Waluyo, red), dan minta bantuan memecahkan permasalahan ini. Dia (Maryanto, red) tidak punya itikad baik menyelesaikan masalah ini secara baik-baik. Padahal, saya hanya minta kejelasan status kedua anak hasil hubungan saya dengan dia. Bukan meminta nafkah,” ujar Riana di hadapan para wartawan.
Para wartawan yang kebetulan sedang meliput sidang paripurna, Riana tanpa tedeng aling-aling membeberkan asal muasal jalinan cinta dirinya dengan mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jateng tersebut hingga lahir dua orang anak.


Menurut Riana berawal pada 2004. Riana yang juga mantan manager area sebuah bank ternama tersebut mengenal Maryanto di sebuah kafe di Semarang. Dari sekadar basa basi dan merasa cocok, ujung-ujungnya mereka memadu cinta buta.
Cinta buta itu, tentu saja. Selama enam tahun hubungan gelap ini terajut (dibilang gelap karena Maryanto telah beranak-istri), pasangan yang tidak direstui ini dikaruniai dua orang anak, yang masing-masing berusia 6 dan 4 tahun.
 
Sudah Mengadu
“Saya tahu hubungan saya dengan dia salah sebab dia sudah beristri. Itu sebabnya saya tidak meminta apalagi memaksanya agar saya dinikahi. Saya hanya minta kejelasan status kedua anak saya ini, demi masa depan mereka,” tandas Riana, dengan wajah sendu.
Untuk memperjuangkan status ke-dua anaknya itu, Riana mengaku sebelum dirinya wadul ke Gubernur, dia sudah berupaya menemui kantor Maryanto untuk meminta pertanggungjawaban.
Namun, alih-alih diacuhkan, Riana mengaku malah mendapat perlakuan tidak semestinya dari Maryanto.
“Maksud saya datang ke kantornya hanya minta pertanggungjawaban sekaligus mempertemukan kedua anak saya ini dengan bapak kandungnya. Tapi saya malah dibentak-bentak dan dicekik sama Maryanto. Dia bilang, 'kamu minta uang berapa?' yang membuat saya merasa sakit hati,” ungkapnya.
Riana juga menjelakan, bahwa setahun silam ia juga pernah menuntut pertanggungjawaban Maryanto. Bahkan, saat itu ia juga sudah melaporkannya pada Gubernur Jateng Bibit Waluyo dan Sekda Jateng Hadi Prabowo. Tapi ia tak mendapat respon positif.
Karena kedatangan Riana kali ini pun tidak mendapat respon dari Gubernur Bibit Waluyo. Sebab gubernur tidak mau memberikan penjelasan kepada wartawan sambil pergi masuk kedalam life. Sehingga terkesan gubernur yang biasanya tegas ini seakan menutupi perilaku buuk bawahannya.
 
Ngelus Dada
Karena tidak mendapatkan penjelasan dari Gubernur Bibit Waluyo, kemudian Riana meninggalkan ruangan lantai IV gedung DPRD Jateng, meskipun dalam rawut wajahnya tersirat penyesalan. Namun ketika Riana dengan kedua anaknya hendak pulang, dilantai satu dia bertemu dengan Wakil Gubernur Rustri Ningsih.
Dalam pertemuan yang tidak disengaja itu, Riana mengutarakan unek-unek yang tersimpan dihatinya. Semua permasalahannya ditumpahkan. “Bu Rustri saya kesini tidak minta nafkah, apalagi minta dikawin. Saya hanya minta agar Maryanto mau mengakui kedua anak saya ini sebagai anaknya,” tutur Riana dengan wajah sembab.
Dalam pertemuan singkat tersebut Rustri sempat mengelus kepala kedua anak Riana. Meskipun Rustri tidak menjawab Riana, namun setelah mendengar penuturan dari Riana, Rustri terlihat sempat mengelus dadanya. Kemungkinan Rustri tidak tega melihat nasib Riana dan kedua anaknya itu. Hatinya tergerak sebagai seorang ibu, sebab wajah Rustri terlihat sendu.
 
Fitnah 
Sementara Maryanto sendiri saat dihubungi banyak memilih tutup mulut. Ia meminta agar wartawan meminta konfirmasi kepada pengacaranya. Namun lewat pesan singkat (SMS) Maryanto mengatakan bahwa apa yang disampaikan Riana adalah sebuah fitnah yang penuh rekayasa dengan melakukan pemalsuan surat-surat untuk menghancurkan saya.
“Itu semua fitnah yang tidak ada pembuktiannya, Mas. Masalah ini akan saya selesaikan sesuai dengan jalur hukum,” terang Maryanto. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng Suko Mardiono saat dimintai keterangan mengatakan, secepatnya pihaknya akan menindaklanjuti pengaduan Riana tersebut dan segera melakukan klarifikasi. “Kami akan secepatnya melakukan klarifikasi dengan meminta keterangan dari kedua belah pihak,” jelasnya.
**TIM KSR

Mon, 17 Oct 2011 @06:14

Copyright © 2019 PCD TECH · All Rights Reserved