RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

MITRA
image

ANGKRINGAN NAMBAH TERUS SEMARANG

WELCOME

MITRA
image

Angkringan Nambah Terus 

Jl. Gajah Raya No.128c Semarang

PARIWISATA
image

GO JATENG GAYENG 2018

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
MITRA
image

LBH LINDU AJI 

HOBY
image

Komunitas Mobil HBC

SAIKI JAM

Pengembangan Kepiting Soka, Tingkatkan Pendapatan Petani

Pemalang,KSR.COM_Upaya mewujudkanh masyarakat Jawa Tengah yang semakin sejahtera diantaranya dilakukan melalui pemanfaatan potensi sumber daya daerah sendiri dengan tetap memperhatikan kelestarian alamnya.
    Salah satu potensi usaha yang berpeluang untuk dikembangkan adalah perikanan budidaya, baik budidaya air tawar, air payau, maupun air klaut. Produksi perikanan budidaya di Jwa Tengah meningkat darti 128.705,8 ton dengan nilai Rp.1.325 trliliun pada tahun 2008 menjadi145.015.1 ton pada 2009 dengan nilai Rp.1,593 triliun. Sedang pada tahun 2010 produksi perikanan budidaya mencapai 189.949,42 ton dengan nhilai Rp.2,188 triliun.
    Di Jawa Tengah, potensi air payau cukup besar guna dimanfaatkan untuk melakukan usaha budidaya perikanan dengan berbagai komoditas yang me nguntungkan.
    Pada tahun 2008, luas lahan budidaya air payau atau tambak tercatat 33.412,9 ha dan luasan tersebut cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2009 luasnya 41.676,9 ha dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 43.244,6 ha.
    Komoditas yang dapat dibudidayakan di tambak antara lain ikan bandeng, belanak, patin, kerapu, udang , kepiting dan masih banyak lainya.
    Diantara berbaghai jenis tersebut, kepiting  merupakan salah satu  komoditas ekspor yang sangat menjanjikan karena banyak diminati dan pangsa pasarnya luas. Daging kepiting mengandung  nutrisi tinggi, penting bagi kesehatan manusia dan diyakini dapat mencegah  kanker dan  pengrusakan kromosom , juga meningkatkat daya tahan terhdap infeksi virus dan bakteri , serta rasanya enak.
    Di Jawa Tengah , daerah yang giat dalam pengembangan budidaya kepiting  antara lain Kabupaten Pemalang. Kepiting yang dibudidayakan di Pemalang dikenal dengan nama kepiting soka/kepiting kulit lunak/ kepiting lemburi. Kepiting ini adalah kepiting bakau yang dibudidayakan dan dilakukan pemanenan saat ganti kulit (moulting) sehingga cangkangnya lunak dan dapat dikonsumsi.
    Benih yang digunakan dapt berasal dari semua  species kepiting  yang ukuran lebar karapasnya 5-7cm dengan berat berkisar  anatara 70-15- gram/ekor/. Benih yang dikembangkan untuk produksi kepiting  soka diperoleh dari penangkapan alam yang mempunyai organ tubuh lengkap, warna cerah dan tidak cacat atau luka pada bagian perut.
    Pembudidayaan kepiting soka umumnya dilakukan pada tambak air payau dan dipelihara dalam keranjang  secara individu karena kepiting bakau mempunyai kecenderungan bersifat kanibal.
    Agar berhasil baik, lokasi pembudidayaan kepiting soka harus mengikuti habitat alaminya, yaitu air payau yang masih banyak ditumbuhi mangrove. Kepiting  soka dapat dipelihara secara tumpangsari (Polikultur) dengan rumput laut, bandeng dan udang. Pakan yang diberikan adalah ikan rucah segar yang dipotong-potong kecil dengan dosis pemberian antara 10-15% dari bobot kepiting /hari, sebanyak  2 kali sehari (pagi dan sore).
    Untuk mendapatkan kepiting soka/lemburi, dilakukan pengontrolan setiap 3 jam sekali. Pada umunya proses m0oulting banyak terjadi pada waktu malam hari. Pada tahun 2009, produksi kepiting soka Kabupaten Pemalang  sebanyak 18,2 ton dan pada 2010 mencapai 25,3 ton.
    Kepiting  soka yang berkualitas bagus dan tidak cacat diekspor dalam bentuk segar antara lain ke amerika , Cina, Jepang, Hongkong, Kore Selatan, Taiwan, Malaysia dan sejumlah negara di Kawasan Uni Eropa, sesng sisanya dipasarkan ke rumah makan lokal Pemalang dan sekitarnya. Dinegara-negara tersebut,kepiting merupakan menu restoran yang cukup bergengsi dan bernilai mahal.
    Produk kepiting Pemalang juga memenuhi aspek keamanan pangan (food safety) karena proses produksinya  tidak menggunakan obat-obatan, bahan kimia maupun  antibiotik.
    Pembudidayaan kepiting soka selain memberikan pendapatan bagi masyarakat pembudidayaan sekaligus juga mejadi upaya rehabilitasi dan perlindungan lingkungan pantai dari bahaya abrasi sehingga kelestarianya dapat dijaga.**ROHUM

Mon, 17 Oct 2011 @06:09

Copyright © 2020 PCD TECH · All Rights Reserved