RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

WELCOME

PARIWISATA
image

GO JATENG 2013

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
MITRA
image

LBH LINDU AJI

SAIKI JAM

HOBBY

SINGOTORO JEEP CLUB

Kambing Kaligesing, Galur Lokal Jawa Tengah

Purworejo,KSR.COM_ Kambing Kaligesing, yang sebelumnya dikenal dengan nama kambing  Pereanakan Etawah (PE) merupakan hasil perkawinan kambing jamnapari asal India yang dibawa pemerintah kolonial Belanda ke daerah Kaligesing, Kabupaten Purworejo pada tahun 1930 an, dengan kambing lokal yaitu kambing jawa randu.
    Kambing Kaligesing memiliki postur tubuh besar, tegap dan kokoh dengan  ciri khas tekstur  kepala menonjol atau cembung, telinga panjang  terlipat (menggelambir), dan kaki belakang berbulu lebat dan panjang.
    Kambing  Kaligesing memiliki daya adaptasi terhadap lingkungan dan panas yang baik, dan mudah berkembang dengan baik di daerah berhawa dingin atau pegunungan. Juga mempunyai kemampuan melahgirkan anak lebih dari satgu dan persentase kemamnpuan hidup hingga dewasa  mencapai 80-82 %, dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, kambing Kaligesing mempunyai harga jual yang mahal, dan banyak dipelihara masyarakat sebagai koleksi atau piaraan (Jawa:Klangenan).
    Pemanfaatannya lebih banyak untuk dikawinkan guna diambil keturunannya dan sebagai penghasil susu (0.5-3.0 liter/hari).
    Dengan pertimbangan bahwa Kambing Kaligesing mempunyai keunggulan daya adaptasi, daya produksi dan reproduksi yang tinggi, mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki kambing dari galur (strain) lain, serta merupakan sumber daya genetik lokal Jawa Tengah yang perlu dijaga kelestariannya sehingga  dapat memberikan manfaat dalam peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, Menteri Pertanian RI dengan Keputusan Nomor 2591/Kpts/PD.400/7/2010 tanggal 19 Juli 2010 telah menetapkan Kambing Kaligesing  sebagai galur lokal Jawa Tengah.
    Dengan keputusan tersebut diharapkan kambing Kaligesing  tidak diklaim oleh negara lain sebagai kambing  yang berasal dari negaranya.
    Saat ini populasi Kambing Kaliogesing di Jawa Tengah mencapai jumlah sekitar 300.000 ekor, tahun 2009 : 67.837 ekor, tahun 2010: 68.515 ekor dan pada tahun 2011 diperkirakan berkjumlah 68.735 ekor. Setiap tahun Kambing Kaligesing yang dipasarkan keluar Purworejo rata-rata berjumlah 3.000 ekor.
    Sedang peminat  Kambing Kaligesing terus bertambah, baik masyarakat Kabupaten Purworejo sendiri maupun Kabupaten lain di Jawa Tengah seperti Kabupaten Banyumas, Banjarnegara dan Pati. Juga masyarakat di provinsi lain seperti DIY, Jawa Timur dan Jawa Barat, bahkan masyarakat Malaysia.
    Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyto pada berbagai kesempatan mengatakan agar masyarakat dapat menjaga dan mengembangkan keberadaan Kambing Kaligesing. Induknya jangan dijual, tetpi dibudayakan agar populasinya terus meningkat dan  dapat mesejaterahkan para peternak.
    Sedang berbagai upaya  yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk pengembangan Kambing Kaligesing diantaranya mengembangakan sentra Kambing Kaligesing di beberapa kecamatan lain selain Kecamatan Kaligesing, membangun pusat bibit pedesaan (Village Breedding Centre) di Kec. Bruno dan Kec. Gebang, serta memberi bantuan kepa kelompok-kelompok peternak.
    Pada tahun 2008 bantuan yang diberikan sebanyak 895 ekor untuk kelompok peternak di 7 kecamatan, tahun 2009 sebanyak 26 ekor untuk kewlompok peternak di 1 kecamatan, tahun 2010 sebanyak 274 ekor untuk kelompok perternak di 3 kecamatan, dan tahun 2011 sebanyak 110 ekor un tuk kelompok ternak di 4 kecamatan.
    Selain itu dengan keputusan Bupati Purworejo diatur Kambing Kaligesing kualitas A hanya boleh diperdagangkan tingkat antar kelompok, kualitas B boleh diperdagangkan antar kelompok dalam satu kecamatan, kualitas C boleh dijual lintas kecamatan dalam kabupaten Purworejo dan hanya kualitas D yang boleh dijual bebas.**ROHUM

Mon, 17 Oct 2011 @06:05

Copyright © 2017 PCD TECH · All Rights Reserved