RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

WELCOME

PARIWISATA
image

GO JATENG 2013

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
MITRA
image

LBH LINDU AJI

SAIKI JAM

HOBBY

SINGOTORO JEEP CLUB

Heboh, Video Mesum Siswi SMP di BSB

Video asusila yang diduga dilakukan sepasang siswa-siswi SMP di daerah Mijen, beredar di Youtube, menjadi pembicaraan hangat masyarakat terutama warga setempat. Masyarakat terhenyak, dan kalangan dewan pun tak kalah terkejut.

Beredarnya video mesum yang tersebut membuat anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Yanuar Muncar mendesak pemkot melalui Dinas Pendidikan (Disdik) untuk segera melakukan penelusuran kebenaran atas hal tersebut.

Hal itu layak dilakukan, karena kejadian tersebut bisa menjadi aib bagi dunia pendidikan di Kota Semarang. “Saya sudah melihatnya, dan jika mendengar dari pembicaraannya, memang agak mirip dengan gaya bahasa Semarangan,” katanya kepada wartawan.

Untuk itu, Disdik bekerjasama dengan aparat kepolisian, harus memastikan video tersebut. Jika terbukti pelakunya merupakan siswa di daerah Mijen, maka nantinya harus dilakukan pembinaan dan sanksi tegas dari instansi terkait.

“Selama ini banyak kasus seperti ini, hanya saja penanganannya berbeda-beda. Dalam hal ini, kita dihadapkan pada sesuatu yang mengagetkan, hal negatif muncul dari kalangan pelajar kita sendiri,” ungkapnya.

 Belum Mengetahui

Menanggapai hal tersebut, Kepala Disdik Kota Semarang Bunyamin mengaku belum mengetahui soal beredarnya video mesum yang diduga dilakoni sepasang siswa SMP tersebut. Meski begitu, pihaknya akan segera mencari tahu kebenaran atas video tersebut. “Jujur, saya belum tahu. Saya saja sekarang masih ada rapat di Magelang,” tuturnya.

Seperti diketahui, salah satu video Youtube dengan judul Siswi-SMP-Ketangkep-diBSB-Semarang menampilkan adegan porno di sebuah kawasan hutan karet. Video berdurasi 6,34 menit, yang diunggah oleh seseorang dengan nama akun Madesubagus pada 21 Juli lalu.

Dari situs video populer tersebut diketahui, hingga kemarin tercatat sebanyak 5.259 orang telah mengakses dan menonton video tersebut. Dari pembicaraan yang terekam melalui hidden camera (kamera tersembunyi) milik seseorang yang berhasil menangkap tangan pasangan muda itu, si perempuan sempat mengaku bertempat tinggal di daerah Ngaliyan. Si cowok pasangannya disebut-sebut bernama Roni.

 Orang Kendal

 Sementara pengunggah video mesum yang diduga dilakoni sepasang siswa-siswi SMP di BSB Semarang ke situs Youtube, diduga orang Kendal. Dari pelacakan LSM Komite Pendidian Anti-Korupsi dibantu ahli Teknologi Infomrasi (TI) dari Universtitas Dian Nuswantoro (Udinus), pengunggah video beralamat email madesubagus@gmail.com adalah diduga seorang alumni sebuah SMA swasta di Kecamatan Weleri dan bekerja di Rumah Sakit Soewondo Kendal. Profil teman-temannya juga bekerja di RS Soewondo Kendal.

       Koordinator KPAK BS Wirawan sempat melacak keberadaan pemuda ini di internet. Akun Facebook dia ternyata juga berisi link situs bokep Jepang. Minatnya blue film.

       Sementara blog pribadinya Madesu Bagus yang beralamat di www.blogger.com/profile/17618654219571395688 sudah dihapus. Foto si pembuka aib --sedang mengenakan pakaian perawat medis-- ini sempat di-copy. Namun wajahnya kurang terlihat jelas.

       “Saya menduga pengunggah video mesum pelajar SMP itu seorang lelaki asal Kendal. Jika pengunggah diketahui identitasnya, sebagai pemilik akun Made Subagus atau MadesuAgus itu bisa dikenai pasal UU Anti-Pornografi dan Pornoaksi serta UU ITE,” terang Wirawan kepada wartawan kemarin.

Biar Kapok

       Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang Rasdi Eko Siswoyo kepada wartawan menyatakan, pelaku zina dan perekam maupun pengunggah videonya sama-sama bersalah secara hukum dan melanggar norma. Keduanya harus diberi sanksi agar kapok.

“Jika bisa dipidana, harus dipidana, meski si pelaku masih berusia SMP. Itu agar menjadi shock therapy bagi yang lain,” tegasnya. Rasdi mengatakan, orangtua maupun gurunya tak bisa disalahkan. Sebab tak mungkin orangtua si pelaku mesum mengajari hal itu. Guru sekolahnya juga mustahil mengajarkan berzina. Jadi, hal itu adalah perilaku menyimpang.

Karena itu, lanjutnya, semua kepala sekolah bersama guru dan para orangtua mulai sekarang lebih meningkatkan perhatiannya kepada murid dan anak-anak mereka. Jangan lagi ada yang cuek dan melepas tanggungjawab untuk mengawasi. Dalih kesibukan dan keterbatasan harus dikesampingkan, karena situasinya sudah semakin buruk.

Pelanggaran terhadap norma agama dan aturan hukum itu, kata Rasdi, harus menjadi perhatian para orangtua. Jangan lagi orangtua membiarkan anaknya bergaul bebas dan pacaran tanpa kendali di luar rumahnya. Kasus Mijen dia harap menjadi titik akhir pelajaran bagi semua pihak. (TIM)

Mon, 3 Oct 2011 @06:51

Copyright © 2017 PCD TECH · All Rights Reserved