RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

WELCOME

PARIWISATA
image

GO JATENG 2013

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
MITRA
image

LBH LINDU AJI

SAIKI JAM

HOBBY

SINGOTORO JEEP CLUB

Gempar : Kajati Tidak Mungkin Ndobol, Bambang Widiyanto Pasti Segera Ditahan

KSR.com- Gabungan Elemen Masyarakat Peduli Amanat Reformasi (Gempar) Jateng, terus berkomitmen untuk mendorong penegak hukum melaksanakan tugasnya sebagaimana harapan masyarakat, serta melakukan penindakan sesuai mekanisme yang ada tanpa tebang pilih. Hal tersebut ditegaskan Kordinator Gempar, Widjayanto pada media, kemarin.

Menanggapi adanya rumor bahwa salah satu tersangka kasus dugaan korupsi Core Bank System (CBS) Bank Jateng, Susanto Wedi yang tengah menjalani penahanan di LP Kedung Pane mendapatkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), pihaknya merasa tidak meyakininya.

“Sukar dipercaya kalau sampai ada SP3, sebab info yang saya dapat, tersangkanya justru akan bertambah”, ujarnya, seraya mengambil ponsel dan memainkan tombol-tombol untuk mengirimkan pesan singkat pada seseorang.

Beberapa saat kemudian, diapun menunjukan balasan sms, yang pengirimnya tertera sebagai penyidik Kejati Jateng, dengan isi pembantahan rumor tersebut.

“Insya Allah tidak ada SP3 perkara Bank Jateng, berkas penyidikan sudah hampir rampung, tinggal nunggu BAP ahli hukum kontrak dan ahli kerugian keuangan negara, Insya Allah setelah lebaran perkaranya akan dilimpahkan ke tahap tut (Penuntutan-red), nuwun” bunyi sms tersebut.  

Meskipun sudah ada balasan sms yang meyakinkan dari Kejati Jateng, namun beberapa pihak yang tengah berdiskusi dengan Widjayanto malah menuding pihak Kejati berbohong.

“nDobol...! (bohong-red) Nyatanya Susanto Wedi berada diluar Lapas Kedung Pane sudah hampir dua minggu dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit”, ujar peserta diskusi tersebut nyaris bersamaan.

Menanggapi ketidak percayaan para wartawan dan LSM tersebut, Widjayanto memaklumi, mengingat adanya kejadian tersangka buron setelah mendapatkan ijin berobat. Namun demikian dirinya masih tetap yakin dengan komitmen kejaksaan yang salah satu misinya adalah mengoptimalkan pemberantasan korupsi.

“Tidak mungkin Kajati Jateng ndobol, bunyi sms nya jelas, segera masuk ke penuntutan, bisa juga diartikan semua tersangka harus ditahan, termasuk Direktur Operasional Bank Jateng, Bambang Widiyanto”, tambahnya.

Terkait diperolehnya ijin berobat bagi tersangka, menurut Widjayanto hal tersebut memang dimungkinkan oleh undang-undang, karena menyangkut hak asasi manusia. Namun demikian pihaknya juga meminta semua pihak untuk mendukung kinerja aparat hukum.

“Ada baiknya kita juga ikut memantau, jangan sampai kejadian seperti kaburnya eks bupati Semarang terulang”, tandasnya.

Kepala Seksi Penkum dan Humas Kejati Jateng, Eko Suwarni, SH, MH, ketika dikonfirmasi melalui ponselnya, membenarkan bahwa saat ini Susanto Wedi berada diluar Lapas untuk berobat.

“Susanto Wedi itu beberapa waktu lalu ada surat dari LP, agar yang bersangkutan dirawat di rumah sakit. Dan kemudian Penyidik memberikan Pembantaran untuk berobat, bukan SP3”, tandasnya.

Seperti diketahui,   Penyidik Kejati Jateng, pada 2 Juni 2014 lalu melakukan  penahananan terhadap Susanto Wedi (Pimpinan Cabang Utama PT Bank Jateng) yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam  Pengadaan CBS (Core Banking System) pada  PT Bank  Jateng (dulu BPD Jateng) tahun 2006. Namun salah satu tersangka  yakni, Direktur Operasional Bank Jateng Bambang Widiyanto tidak hadir dalam pemeriksaan saat itu, karena tengah sakit dan diopname di RS Telogorejo Semarang.

 Namun beberapa pihak juga menyoroti belum ditahannya Bambang Widiyanto oleh Kejati, karena tersangka tersebut sudah terlihat sehat, bahkan beberapa kali mengikuti kegiatan seremonial.(tim BS)

 

Tue, 11 Nov 2014 @19:08

Copyright © 2017 PCD TECH · All Rights Reserved