RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

WELCOME

PARIWISATA
image

GO JATENG 2013

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
MITRA
image

LBH LINDU AJI

SAIKI JAM

HOBBY

SINGOTORO JEEP CLUB

TAHUN INFRASTRUKTUR BUKAN SEKEDAR STATEMENT

image

SEMARANG,KSR.COM _Tahun infrastruktur yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah pada 2014 ini, bukan sekadar kertas atau statement. Lebih dari itu, merupakan program nyata yang dilakukan di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Komitmen pelaksanaan tahun infrastruktur, ditandai dengan launching pembangunan infrastruktur Jawa Tengah 2014, yang dilakukan secara serentak, pada Minggu (16/3). Launching secara simbolis dipusatkan di Kantor Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, yang ditandai dengan pengoperasian agitator atau beton mixer pencampur semen, oleh Gubernur Jawa Tengah, H Ganjar Pranowo SH MIP. Gubernur juga turun langsung meratakan adukan semen yang berada di Jalan Welahan-Margoyoso, tepat di depan Kantor Kecamatan Welahan.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga melakukan komunikasi melalui video converence dengan kepala daerah di empat titik lainnya. Yakni, di bantaran Kali Bodri, Cepiring , K ab upaten Kendal , bersama Bupati Kendal, dr Widya Kandi Susanti MM, Jalan Jatinom depan PKU Muhammadiyah Klaten yang diwakili Plt Sekda Klaten, Drs Sartiyasto MM, Desa Jatimulyo Kab upaten Kebumen , dengan Bupati Kebumen, H Buyar Miyarso SE, serta di Desa Kaliwates Kec amatan Bumiayu Kab upaten Brebes bersama Hj Isya Priyanti SE.

“Saya ingin menunjukkan kepada publik, bahwa tahun infrastruktur bukan kertas, bukan statement, tapi itu nyata. Dan ini saya gerakkan serentak. Seluruh pekerjaan di dinas ke-PU (Pekerjaan Umum)-an kita juga serentak. Maka ini yang pertama kita launching, kita kencengi , dan kita mau ini bareng-bareng,” ungkap Ganjar.

Menurut Gubernur, pada 2014 ini, total anggaran yang diberikan pemerintah provinsi untuk perbaikan infrastruktur, termasuk bantuan keuangan untuk pemerintah kabupaten/kota dan desa, sebesar Rp 2,1 triliun, atau naik hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, untuk perbaikan infrastruktur jalan saja masih kurang, yakni hanya Rp 870 miliar. Saat ini, Ganjar terus mendorong agar anggaran untuk perbaikan infrastruktur, khususnya jalan, dapat meningkat lagi. Setidaknya, pada akhir 2014 ini, diharapkan anggaran perbaikan jalan dapat melebihi Rp 1 triliun.

Persiapan teknis admininstratif, terus dilakukan. Sekarang ini, tinggal dari aspek politisnya. Tidak hanya perbaikan, perawatan jalan juga tidak diabaikan. Berdasarkan perhitungan teknis, untuk perawatan jalan dibutuhkan anggaran setiap tahunnya Rp 2 triliun. Karenanya, Ganjar terus berupaya berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah, agar dapat mengalokasikan anggaran perbaikan jalan sebesar Rp 2 triliun per tahun. Jika tidak, jalan di provinsi ini tidak akan mulus.

Sinkronisasi dan harmonisasi terus dilakukan bersama pemerintah kabupaten/ kota. Sehingga, pembangunan yang dilakukan dapat berjalan beriringan, berlangsung lebih cepat, dan berkelanjutan. Anggaran yang telah dialokasikan pun dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Perbaikan jalan provinsi juga diharapkan dapat diimbangi dengan perbaikan jalan kabupaten/kota maupun desa. Dengan begitu, seluruh jalan di Jawa Tengah dalam kondisi baik.

“Bicara Jateng tidak hanya bicara masing-masing punya kita atau punya anda. Tapi bicara sebagai bagian dari NKRI. Ini juga bagian Indonesia, ini juga bagian Jawa Tengah. Kabeh. Ya seperti punya kita, tubuh kita. Kalau tubuh kita kecepit, sakitnya semuanya. Nah, kalau itu bisa kita lakukan, maka konsep harmonisasi dan sinkronisasi yang menjadi harapan bapak ibu semua, bisa kita tutup,” kata dia.

Dalam hal ini, peran aktif masyarakat sangat diharapkan. Selama pembangunan, rakyat diminta terus berpartisipasi dengan melihat, membantu, serta melaporkan ketidakberesan yang ditemui. Dia mengingatkan, pada 2014 yang juga tahun infrastruktur, tidak ada satu pihak pun yang boleh bermain-main. Untuk itu, Gubernur berjanji akan mengawal dan memantau pelaksanaan pembangunan infrastruktur di provinsi ini.

“Saya juga akan selalu keliling ke Jawa Tengah, dan tidak akan pernah berhenti. Saya akan memantau terus-menerus. Ini bukan ancaman. Tapi, ini bagian dari keteguhan kita, bagaimana pengelolaan infrastruktur nanti akan lebih baik, bagaimana kemudian jalan-jalan buruk akan kita perbaiki, dan bagaimana partisipasi masyarakat kita harapkan untuk turut serta,” jelas Ganjar.

Diakui, konsekuensi dari pekerjaan jalan yang dilakukan, akan terjadi kemacetan di ruas jalan yang tengah diperbaiki. Untuk itu, Gubernur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, mengenai ketidaknyamanan perjalanan selama adanya perbaikan jalan. Tapi setidaknya, pengorbanan masyarakat terbayar setelah jalan tersebut selesai diperbaiki. Mereka dapat menempuh perjalanan dengan lebih nyaman, lancar, dan relatif lebih cepat.

Selain perbaikan fisik, proses administratif juga terus diperbaiki. Salah satunya, dengan memberlakukan noncash transaction untuk pembayaran mulai dari pemerintah kepada kontraktor hingga subkontraktor. Sehingga, aliran dana dapat terus dipantau, dan dapat menghindari kebocoran penggunaan anggaran. Kebijakan itu juga sebagai salah satu upaya untuk melakukan pekerjaan dengan transparan dan akuntabel. Kualitas pekerjaan harus nomor satu sesuai dengan spek yang ditentukan.

“Saya orang yang haqul yakin betul, teman-teman dari kontraktor juga akan membuat ini dengan paling baik, paling bagus. Budaya-budaya yang selama ini bad governance kita potong, kita hilangkan. Tidak ada lagi istilah setor-setoran. Kabeh disetorke nggo dalan. Ben dadine apik ,” beber dia.

 

Batasi Tonase

Tidak hanya itu, perbaikan pola dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pun terus dilakukan sejak tingkat desa. Musrenbang tidak sekadar cap jempol, atau copy paste dari tahun-tahun sebelumnya, melainkan, benar-benar merupakan representasi kebutuhan masyarakat. Termasuk, aspirasi masyarakat yang masuk melalui partai politik pun harus disampaikan pada Musrenbang. Sehingga, diharapkan pada Musrenbang di tingkat provinsi, akan ada daftar panjang pekerjaan yang akan dilakukan, sesuai dengan prioritasnya. Bagian atas merupakan kegiatan yang menjadi prioritas utama. Dengan begitu, jika anggaran tidak cukup, pengurangan dilakukan dari bawah.

“Musrenbang yang biasanya hanya cap jempol, hanya copy paste, hari ini akan kita babat. Apa itu musrenbang yang ngawur-ngawur nggak ada. Sekarang kita koreksi semuanya, agar apa yang menjadi prioritas masing-masing kita dorong. Maka hari ini kita buat sinkronisasi dari pola itu. Jadi,saat mau masuk tahun berapa, ketika regulasi memungkinkan kita terobos. Tapi ketika regulasi tidak memungkinkan tidak ada cara yang lain. Kecuali kalau kita nanti mau dikecrek. Kita hindari yang dikecrek-kecrek itu,” tegas Ganjar.

Umur jalan tidak hanya ditentukan dari kualitas material jalan. Lebih dari itu, beban jalan juga memiliki peranan sangat penting yang mempengaruhi keawetan jalan. Sayangnya, sekarang ini masih banyak pihak yang tidak mematuhi batas tonase yang telah ditentukan. Seperti yang didapati Gubernur, saat meninjau jalan Talun Kabupaten Magelang. Kondisi jalan rusak parah karena seringnya dilalui truk pengangkut pasir dengan kapasitas melebihi 7 ton. Bahkan, rata-rata truk mengangkut pasir hingga 13 ton. Beban yang berlebih, tentu saja membuat jalan lebih cepat rusak.

Untuk itu, dia berharap agar penegakan hukum, khususnya menyangkut batas tonase yang diizinkan, harus benar-benar dilakukan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, agar ikut membantu penertiban tersebut. Jangan sampai ada toleransi terhadap batas beban jalan yang dibolehkan.

“Saya juga sudah minta Dinhubkominfo untuk mengontrol dan serius soal jembatan timbang. Semua harus diukur di sana. Dan yang kedua, tidak ada pungli-punglian. Kalau ada pungli-punglian pasti akan saya tindak. Jadi itu inline dengan program yang akan kita laksanakan,” tegas Gubernur.

 

Dukungan DPRD

Tekad Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat perbaikan infrastruktur di provinsi ini, tidak akan berjalan sesuai harapan tanpa adanya dukungan dari DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Sasmito SH, mengaku sangat men-support percepatan pembangunan infrastruktur yang dicanangkan Gubernur Ganjar Pranowo. Pasalnya, pembangunan infrastruktur akan memberi dampak baik di semua sektor. Dengan lancarnya transportasi, perekaonomian pun lebih cepat berkembang. Tahun infrastruktur pada 2014 ini pun dinilai tidak ada kaitannya dengan tahun politik. Karenanya, pembangunan harus terus berjalan sesuai rencana.

Diakui, anggaran kurang dari Rp 1 miliar untuk pembangunan infrastruktur, masih terlampau kecil. Idealnya, menurut Sasmito, di butuhkan dana Rp 10 triliun dalam jangka waktu lima tahun untuk pembenahan jalan.

Pakar transportasi dari Undip, yang juga Ketua Program Magister Teknik Undip, Dr Ir Bambang Riyanto CES DEA, mengungkapkan, pembangunan infrastruktur memang membutuhkan dana besar. Saat ini, secara nasional, alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur baru empat persen. Padahal, agar pembangunan infrastruktur baik, setidaknya dibutuhkan anggaran hingga 10 persen dari anggaran keseluruhan, seperti yang sudah diterapkan di Cina dan India.

Tidak hanya itu, untuk menjaga umur jalan, pembangunannya pun harus mengikuti standar yang ditetapkan. Termasuk, pentingnya saluran air di tepi jalan. Sehingga, saat terjadi hujan, air dapat langsung masuk ke saluran, dan tidak terlalu lama menggenangi jalan. Risiko kerusakan jalan pun dapat ditekan.




PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI JAWA TENGAH

 

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 2014 ini, meliputi, pembangunan jalan dan jembatan di bawah koordinasi Dinas Binamarga Provinsi Jawa Tengah, pembangunan sumber daya air oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Tengah, dan pembangunan Cipta Karya Tata Ruang oleh Dinas Cipkataru Provinsi Jawa Tengah.

A.  PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN

KONDISI JALAN PROVINSI DI JAWA TENGAH

Panjang total jalan provinsi 2.565,621  km . Dari panjang tersebut, jalan yang rusak sepanjang 475,56 km. Jalan yang rusak karena bencana banjir awal 2014 di pantai utara Jawa Tengah sepanjang 166,90 km, dan di pantai selatan 94 km.

  SKALA PRIORITAS PENANGANAN RUAS JALAN JAWA TENGAH 2014-2018

1.       Menghubungkan jalur Pusat Kegiatan Wilayah   (PKW) dan Pusat Kegiatan Nasional (PKN).

2.       Menghubungkan jalur pantura-pansela dan  perbatasan.

3.       Mendukung pengembangan jalan provinsi untuk akses wisata.

4.       Penanganan khusus pada kondisi struktur tanah labil dan ekspansive.

5.       Daerah rawan longsor dan banjir.

Anggaran pembangunan infrastruktur Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah secara keseluruhan sebesar Rp 2.060.029.460.000, yang terdiri dari :

NO

BAKORWIL

APBD

APBN

JUMLAH

1

BAKORWIL I

303.536.676.000

420.379.143.000

723.915.819.000

2

BAKORWIL II

275.546.097.000

248.521.609.000

524.067.706.000

3

BAKORWIL III

259.859.799.000

552.186.136.000

812.045.935.000

  TOTAL

838.942.572.000

1.221.086.888.000

2.060.029.460.000

 

Rencana penanganan jalan dan jembatan provinsi tahun anggaran 2014, sepanjang 2.6 81 , 46 1 km ,  m eliputi, jalan provinsi 2.565,621 km, dan jalan nonstatus 11 5 , 840 k m .

Rencana pembangunan yang dilakukan, antara lain :

1.   Pemeliharaan rutin/swakelola oleh BPT Bina Marga :    2.406,591 Km (Fungsional)        

2.   Rehabilitasi jalan oleh BPT Bina Marga : 62,150 Km (Efektif) Pemeliharaan berkala jalan oleh dinas : 60,500 Km (Efektif)

3.   Peningkatan jalan oleh dinas : 152,220 Km (Efektif)

4.   Penggantian jembatan oleh dinas : 200,000 M’ (Efektif)

5.   Pemeliharaan jembatan rutin/ swakelola oleh BPT Bina Marga : 26.639,530 M’ (Fungsional)

6.   Rehabilitasi jembatan oleh BPT Bina Marga : 750,200 M’ (Efektif) Rehabilitasi gorong-gorong oleh BPT Bina Marga : 41,400 M’ (Efektif)

Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Jembatan APBD TA. 2014 secara keseluruhan sejumlah 517 paket dan APBN (Tugas Pembantuan) sejumlah enam paket , terdiri dari Jasa Konstruksi dan Jasa Konsultansi.

Sampel proyek yang dilaunching :

·     Ruas Jalan Welahan - Margoyoso Kab upaten Jepara , berupa p elebaran Beton K-250 sepanjang 2 km

·     Jalan Sangkalputung Batas Boyolali Kab upaten Klaten , berupa p elebaran j alan sepanjang 2 km

·     Jalan Bumiayu – Salem Kab upaten Brebes , berupa p elebaran b eton sepanjang 2 km

 

 


B.  SUMBER DAYA AIR BIDANG IRIGASI DAN AIR BAKU

Pekerjaan perbaikan dan pembangunan sarana dan prasarana irigasi, total dana APBN/ DAK dan APBD Rp 47.662.750.000. Target saluran 38.350 meter, bangunan 72 buah. Output, terjaganya kebutuhan air irigasi seluas 28,881 ha. Outcome, intensitas tanam dari 240,4 persen menjadi 266,9 persen.

 

SUMBER DAYA APBD 2014

Jumlah Pagu Anggaran :  Rp 26.159.900.000

Terdiri dari                   : 12 paket

Meliputi                       : 12 Desa , 10 Kecamatan , 11 Kabupaten

Target                         :  -  37 bangunan

-      18.850 Meter saluran

Pelaksanaan                :  150 Hari kalender

Output                        :  Terjaganya kebutuhan air irigasi seluas 13.984 Ha

Outcome                      :  Peningkatan itensitas tanam dari 247,4 % menjadi 267,5%

 

SUMBER DANA APBN (DAK)

Jumlah Pagu Anggaran :  Rp.21.502.850.000,-

Terdiri dari                   : 10 paket

Meliputi                       : 10 Desa ,   10 Kecamatan , 9 Kabupaten

Target                         :  35 bangunan

                                     19.500 Meter saluran

Pelaksanaan                : 180 Hari kalender

Output                        :  Terjaganya kebutuhan air irigasi seluas 14.897 Ha

Outcome                      :  Peningkatan itensitas tanam dari 233,4 % menjadi 266,3%

 

              

PEKERJAAN PERBAIKAN DAN PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA AIR BAKU

 

SUMBER DANA APBD

Jumlah Pagu Anggaran :  Rp.4.555.000.000,-

Terdiri dari                   : 5 paket

Meliputi                       :  5 Desa , 5 Kecamatan , 5 Kabupaten

Target                         :  5 buah bangunan Embung

Pelaksanaan                :  150 Hari kalender

Output                        :  Penampungan Air Baku dengan volume 109.089 m3

Outcome                      :  Kebutuhan air baku penduduk sejumlah 1.580 KK

                                     Untuk kebutuhan irigasi 316 Ha

 

Sampel Proyek yang dilaunching :

·        Sungai B o d r i Kab upaten Kendal

 

 

C.  CIPTA KARYA TATA RUANG

Data pekerjaan i nfrastruktur APBD TA 2014, yaitu :

1.   Pembangunan JAMAK SPAL (Sistem Pembuangan Air Limba h ) Desa Jolosekti Kec amatan Tulis Kab upaten Batang Nilai total Rp 200 juta

2.   Pengolah Sampah 3R Kel urahan Johor Kota Pekalongan senilai Rp 610 juta

Untuk proyek sharing dengan APBN, sebagaimana yang dipergunakan sebagai sample launching adalah SPAM IKK Puring Adimulyo Petanahan Klirong Kab. Kebumen, serta SPAM Regional Kawasan Keburejo (Kebumen Purworejo)

Sampel Proyek yang dilaunching :

·        SPAM IKK Puring – Adimulyo – Petanahan – Klirong

·        Pengembangan SPAM Regional Keburejo (Kebumen-Purworejo)

**ROHUM

 

Mon, 7 Apr 2014 @16:28

Copyright © 2017 PCD TECH · All Rights Reserved