RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

WELCOME

PARIWISATA
image

GO JATENG 2013

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
MITRA
image

LBH LINDU AJI

SAIKI JAM

HOBBY

SINGOTORO JEEP CLUB

Dra.Hj.Kun Marlina Lubis, M.Pd. , Sosok Pemimpin Wanita Yang Mengutamakan Pendidikan

image

Semarang,KSR.COM _Mesti terdengar lembut, tutur kata wanita ini menyiratkan sebuah ketegasan. Apalagi jika membicarakan masalah pendidikan dan emansipasi wanita. Tentu itu semua bukan karena latar belakang dirinya sebagai wanita dengan profesi sebagai pelaku di dunia kependidikan, melainkan wujud dari sebuah komitmen dari naluri seorang yang menaruh kepedulian begitu tinggi dalam dunia pendidikan.
     Jawabnya mungkin, beliau adalah Ibu Kun Marlina. Wanita ini selalu menghayati tentang kenyataan hidup yang membelenggu wajah anak-anak negeri yang perlu disikapi atau dimandikan dengan doa. Dan ini adalah seperti sebuah lukisan realis.
    Tokoh yang satu ini tidak asing di ruang public dalam semangatnya untuk memperjuangkan hak melepas kemiskinan dan kedisiplinan tertunda yang menjerat anak-anak bangsa. Beliau senantiasa selalu berjuang dalam menyiapkan masa depan anak negeri kearah yang benar.
    Mengorbankan kepentingan pribadi untuk dihabiskan membina anak-anak bukan saja disikapi lahiriah semata, akan tetapi yang terdepan adalah sikap belaian kasih sayang. Wanita yang akrab di sapa Ibu Lubis ini mempunyai nama lengkap Dra.Hj.Kun Marlina Lubis, M.Pd.
    Beliau menjadi salah satu spiond lintas generasi yang selalu menyuarakan” Kemana Hidup Akan Di Sandarkan”. Sikap idealis beliau tertanam semenjak usia remaja hingga beliau ditugaskan pada sekolah ternama dan bergengsi di kota Lumpia, adalah SMA N1 Semarang dan menjabat sebagai Wakasek Bidang Humas.
    Wanita kelahiran Jakarta , 01 Oktober 1958 telah berhasil menyelesaikan pasca sarja S.2 di UNNES. Dari perkawinannya dengan Kombes Pol. Drs.H. Widyatno, MM mereka telah dikaruniai tiga orang putra.
Yang pertama adalah Surya Candra SE,MM  karyawan Bank Jateng, kemudian yang nomer dua  Wijanarko Surya Buana sekarang dokter umum dan Widio Suryo Wibowo putra bungsunya ini sekarang sedang menyusun skripsi, Semester akhir Fak.Hukum Undip Semarang
    Sebagai Wakasek Bidang Humas, dirinya selalu menjalin kemitraan dengan Instansi Pemerintahan, Kepolisian, Pihak Swasta, Komite Sekolah, Kampus Baik PTN dan PTS dan berbagai komunitas masyarakat .
     Hal ini telah dibuktikan hubungan kerjasama yang erat dengan Polda Jateng dalam mensosialisasikan pembinaan dampak Narkoba, Kriminal yang lainya, pentingnya Berlalu Lintas  dan tanggap bahwa negara ini adalah tanggung jawab generasi muda yang akan datang.
    Dengan demikian alumni SMA N1 Semarang diharapkan untuk senantiasa merapatkan keberadaannya dengan masyarakat, dan peduli terhadap keadaan social yang setiap saat siap membahu dengan keadaan tanah yang telah melahirkan kita.
    Dalam membimbing anak didiknya, Ibu Lubis selalu total dalam menanamkan rasa kesadaran karena anak-anak didiknya tersebut yang beragam cultural, Ras dan Latar Belakang .     Mimpinya adalah menyiapkan Regenerasi untuk meneruskan cita-cita luhur yang sudah dituangkan dalam UUD 45 dan Pancasila.
        Dengan tidak mengesampingkan kaum hawa untuk merangkap sebagai ibu rumah tangga, bahwa semua dapat berjalan dengan serasa antara mengurus kehidupan rumah tangga dan karir. Ini merupakan contoh yang baik untuk masyarakat.
        Dalam memposisikan keseimbangan tersebut beliau mengelola keluarga seperti masyarakat pada umumnya. Berangkat bekerja pagi hari sampai jam kantor selesai. “Pekerjaan saya atur sedemikian, sehingga waktu untuk suami, anak dan masyarakat tetap tersedia , Intinya pada pengaturan Managemen, Niat dan IKhlas,” papar Drs.Hj.Kun Marlina Lubis, M.Pd.
    Diantara setumpuk tanggung jawab yang diemban ibu Lubis dipundaknya dan terdorong oleh rasa nasionalisme yang cukup kuat, maka tak heran segala itu membutuhkan atensi dan beban yang harus dipikul dan disengkuyung secara bersama.
    Bagi beliau justru tantangan terbesar adalah menyiapkan anak-anak dalam menyongsong di era globalisasi pada sisi nilai positif dan mengbingkis moralitas untuk percaturan akhlak di masa depannya, serfta menuntaskan dari jerat kemiskinan.
    Menurut beliau, segala itu bisa di antarkan dengan catatan harus ada kerja keras dan saling bahu membahu dari semua jajaran.
    “Salah satu upaya mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa diperlukan sebuah kegiatan pendidikan  yang mempunyai kemampuan dalam meningkatkan kualitas dan martabat manusia Indonesia.
    Pendidikan dalam rangka mewujudkan tujuan nasional perlu dikemas secara kondusif bagi pengembangan nilai-nilai edukasi  dan nilai-nilai cultural oleh pemerintahan, masyarakat dan keluarga, imbuh Ibu Lubis.
    Sementara itu,  secara  umum  bahwa  sekolah  sekolah  kurang  menyadari  betul  bagaimana  kemasan  yang  tepat  untuk  merangsang  anak  anak  agar  diarahkan  pada  dunia  nyata  nilai plus  apa  yang  patut untuk  dijadikan   benteng  pegangan  keseimbangan  hidupnya nanti  untuk  itu  kegiatan pengebangan pendidikan harus ditangani secara sistematik karena pendidikan adalah sarana menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranan dimassa yang akan datang.
    Guru dan tenaga kependidikan merupakan komponan utama dalam system pendidikan . Pada tingkat operasional dari keseluruhan kegiatan pendidikan guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tingkat institusional, instruksional dan upaya ekspresi.
    Hal tersebut mengandung makna bahwa upaya meningkatkan mutu pendidikan harus dimulai dari aspek guru dan tenaga pendidik lainnya, baik yang menyangkut kualitas, profesionalnya maupun kesejahteraan dalam suatu managemen pendidikan yang professional.
    Agar guru dan tenaga kependidikan dapat berperan maksimal, mereka perlu didukung, dibantu , didorong dan diorganisasikan dalam sebuah wadah yang dinamis, prospektif dan mampu menjawab tantangan masa yang akan dating.
    Hal ini telah dibuktikan dan dikembangkan di SMA N 1 Semarang, bahwa keuletan, kekompakan, kejuangan dan perjuangan perlu ditanamkan secara kebersamaan kepada semua lini dan elemen, baik bekerja sama dengan instansi negeri maupun swasta.
    Maka jangan bertannya tentang keberhasilan hidup dari pada Alumni SMA N 1 Semarang, secara statistic public peringkat utama dipegang oleh SMA N 1 Semarang.         “Bangsa ini akan terasa ringan bila mana mereka menyisihkan bola untuk menjemput anak, maka hidup harus dapat mendatangkan manfaat yang b esar bagi lingkungannya, papar Dra.Hj.Kun Marlina Lubis, M.Pd.**ANDI

Tue, 18 Feb 2014 @16:24

Copyright © 2017 PCD TECH · All Rights Reserved