RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

MITRA
image

ANGKRINGAN NAMBAH TERUS SEMARANG

WELCOME

PARIWISATA
image

GO JATENG GAYENG 2018

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip

MITRA
image

LBH LINDU AJI

SAIKI JAM

HOBBY
image

SINGOTORO JEEP CLUB

Korban Salah Tangkap, Kuswanto Menuntut Keadilan

image

KUDUS,SUARARAKYAT
    Kejadian nyata ini terjadi pada Kuswanto alias Anto yang beralamat di Desa Jepang Rt 04 Rw 12 Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus korban salah tangkap dari Polres Kudus yang di duga melakukan tindak pidana perampokan di PT. Walls di Jalan Lingkar Jepang Kudus saat ini harus menanggung derita berkepanjangan.
    Dia harus menderita luka bakar karena dibakar hidup-hidup oleh anggota Polres Kudus yang berjumlah 10 orang lebih.
Kejadian itu terjadi pada tanggal 28 November 2012 jam 18.00 ketika dia dengan lima temannya ditangkap oleh anggota Polisi Polres Kudus di Cafe Perdana Jalan lingkar Kaliwungu Kudus. Dia dan lima temannya dipaksa untuk mengakui kalau mereka sebagai pelaku  perampokan di PT Walls. Dengan kerugian sepeda motor yang diperkirakan seharga 4 juta rupiah. Karena dia dan teman-temannya merasa tidak melakukan aksi perampokan itu maka mereka tidak mengakuinya.
    Anggota Resmob Polres Kudus yang melakukan penganiayaan itu yaitu, Bripka Lulus Rahardi, Brigadir Joko Purwito, Bripka Agus Sulistiyanto, Aiptu Noor Wahyu MS, Brigadir Risky Mukti, Aipda Siswoto, Aipda Yani, Brigadir Ustadi dan rekan-rekannya.
Kuswanto salah satu korban penganiayaan bisa mengenali pelaku Resmob Polres Kudus karena selama ini dia sebagai SI (Sumber Informasi) Polres Kudus.
    Dia selalu membantu polisi khususnya anggota Resmob Polres Kudus dalam mencari pelaku tindak kejahatan.
Karena tidak mau mengakui maka Kuswanto dan teman-temannya dihajar sampai babak belur dengan maksud agar dia dan 5 temannya mau mengakui kalau mereka sebagai pelaku perampokan. Setelah dari Cafe Perdana kejadian penyiksaan  berlanjut di lapangan uji praktek SIM Polres Kudus tepatnya dijalan lingkar UMK (Universitas Muria Kudus). Disitu aksi penyiksaan berlanjut karena mereka masih tidak mau mengakui.
    Maka Resmob Polres Kudus melakukan aksi keji dengan membakar salah satu korban yang bernama Kuswanto. Dengan tangan terborgol, kaki diikat dan mata ditutup dengan latban Kuswanto disiram dengan bensin dan dibakar hidup-hidup dileher dan dadanya. Korban berusaha berguling-guling di tanah namun Resmob Polres Kudus membiarkannya kesakitan tanpa ada rasa kasihan.
Karena masih hidup dan tidak mau mengakui kalau dia sebagai pelaku maka mereka dibawa ke Mapolres Kudus. Disitu aksi penyiksaan dilanjutkan lagi dengan sasaran korban Kuswanto.
    Dia disiram dengan air keras tepat dibekas luka bakarnya. Akhirnya 5 teman korban yang turut ditangkap dilepaskan malam itu di Polres Kudus. Ini didasarkan karena tidak cukup bukti kalau mereka adalah pelaku. Disamping itu luka mereka juga tidak cukup parah. Namun Kuswanto masih tetap ditahan di Polres Kudus. Karena akibat luka bakar yang cukup serius dan kondisi Kuswanto yang sangat kritis maka pada tanggal 29 November 2012 jam 02.30 WIB dia dilarikan ke RSU Kudus. Waktu itu pihak Resmob Polres Kudus menyembunyikan identitas Kuswanto dengan tidak memberitahukan keluarganya kalau dia sedang dirawat di RSU Kudus. 
    Setelah diobati kondisi Kuswanto lumayan membaik maka akhirnya Resmob memutuskan untuk membawa kembali ke Polres Kudus. Pada pagi hari tanggal 29 November 2012 jam 08.00-14.00 kondisi Kuswanto kembali kritis, maka akhirnya dia dilarikan lagi ke RSU Kudus. Korban harus opname di RSU selama kurang lebih dua minggu. Karena tidak kunjung membaik maka Kuswanto dipindahkan Resmob Polres Kudus ke Rumah Sakit Mardirahayu. Dengan tujuan agar kondisinya membaik.
Di Mardirahayu kondisi luka bakar lumayan membaik namun Kuswanto meminta untuk dirawat dengan pengobatan tradisional di Gunung Ungkal Pati selama satu minggu. Di sini kondisi sudah lumayan baik dan kondisi bekas luka bakar mengering. Akhirnya setelah satu minggu Kuswanto dibawa pulang.
    Namun pihak Resmob polres Kudus membiarkan kondisi Kuswanto sepulang dari Gunung Ungkal tanpa ada perawatan lanjutan kurang lebih satu bulan. Terus akhirnya ibu Kandung  korban yang bernama Kustinah minta tolong kepada pengacara yang bernama Daru Wardoyo untuk meminta tanggung jawab dari Resmob Polres Kudus untuk biaya pengobatan korban.
Dari pihak mediasi itu pihak Resmob Polres Kudus membantu biaya perawatan lanjutan sebesar Rp 30 juta rupiah yang diberikan kepada ibu Kustinah.
    Karena biaya pengobatan mahal, maka uang Rp 30 juta tidak cukup untuk membeli obat.
Sampai uang habis saat ini kondisi Kuswanto belum sembuh total dan masih menderita cacat seumur hidup.
Untuk saat ini Kuswanto meminta keadilan seadil-adilnya kepada pihak Resmob Polres Kudus yang berjumlah 10 orang lebih yang telah menganiaya dia sampai cacat.
    Untuk melakukan pengobatan lanjutan sampai sembuh total. Disamping itu mereka juga harus mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai apa yang telah dilakukan kepadanya. Hingga sampai saat ini, sudah hampir 9 bulan tidak ada tindakan dari Kapolres Kudus selaku pimpinan terhadap Resmob Polres Kudus yang melakukan penganiayaan. Terkesan kasus ini ditutup-tutupi. Surat ini dikirim lewat email karena pihak Polres Kudus tidak bertanggung jawab dan korban tidak mendapatkan keadilan. Mohon tindak lanjutnya.
    Keinginan korban ketika dikonfirmasi TIM TLLK JATENG beserta  LSM CAKRA FOUNDATION PROVINSI JATENG adalah:
1.Pelaku penganiyaan dalam hal ini anggota resmob polres kudus dihukum sesuai perbuatannya.
2.kuswanto alias antok meminta uang pengobatan lanjutan hingga sembuh total ,karena sast ini masih menderita sakit dan tidak bisa bekerja,pungkasnya** ( TIM TLLK JATENG / LSM CAKRA FOUNDATION )

Mon, 19 Aug 2013 @16:30

Copyright © 2018 PCD TECH · All Rights Reserved