RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

MITRA
image

ANGKRINGAN NAMBAH TERUS SEMARANG

WELCOME

PARIWISATA
image

GO JATENG GAYENG 2018

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
Adv
image
PT ANGKASA KARYA ENERGI transporter PERTAMINA industri melayani pemesanan bio solar industri / jasa transporter ke perushaan anda .
HOBY
image

Komunitas Mobil Nyemek X Gang

MITRA
image

LBH LINDU AJI

SAIKI JAM

KPK Memanggil Kadiv Keuangan PT Adhi Karya terkait Hambalang

image

JAKARTA,KSR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Divisi Keuangan PT Adhi Karya, Anis Anjayani. 

Pemanggilan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Bukit Hambalang, Bogor Jawa Barat.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi," kata Kabag Pemberitaan dan Informasi, Priharsa Nugraha di kantornya.

Selain Anis, lembaga superbody itu juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi lainnya. Mereka yakni, mantan Sesmenpora, Wafid Muharam, H Agus Salim selaku Kabagset Komisi X DPR RI, dan IR Dedi Permadi selaku PNS Kemen PU.

Wafid sendiri telah memenuhi panggilan pemeriksaan. Mengenakan kemeja batik, Wafid telah hadir di markas antikorupsi ini sekitar pukul 10.20 WIB. Sayangnya lelaki asal Garut ini memilih bungkam saat dicecar sejumlah pertanyaan oleh awak media.

"Mereka juga diperiksa sebagai saksi untuk AAM (Andi Alfian Mallarangeng)," kata Priharsa.

Terkait pengembangan kasus ini, KPK memang telah memeriksa banyak saksi. Mulai dari pejabat negara sampai pihak swasta.

Bahkan belum lama ini, KPK kembali melakukan penggeledahan di tiga tempat, yakni, rumah Munadi Herlambang (Direktur Utama PT Msons Capital dan kader Partai Demokrat) jalan Tanjung Barat Indah Blok l /18 Jakarta Selatan, kantor PT Wijaya Karya jalan DI Panjaitan dan kantor PT Adhi Karya jalan Pasar Minggu.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora, Deddy Kusdinar.

Setelah Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Hambalang tersebut, KPK juga menetapkan mantan Menpora, Andi Alfian Mallarangeng sebagai tersangka Hambalang. Keduanya dinilai telah menyalahgunakan kewenangan yang mengakibatkan kerugian negara.

Dalam hasil audit tahap pertama, BPK yang dibacakan di Gedung MPR/DPR RI oleh Ketua BPK, Hadi Purnomo menyimpulkan ada 11 indikasi penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan dan penyalahgunaan wewenang dalam proyek Hambalang. Disebutkan nama Menpora Andi Mallarangeng yang dianggap melakukan pembiaran.

Disebutkan, SesKemenpora, Wafid Muharam menandatangani surat permohonan persetujuan kontrak tahun jamak tanpa memperoleh pendelegasian dari Menpora sehingga diduga melanggar PMK 56/PMK.02/2010.

Sedangkan, Menpora diduga membiarkan SesKemenpora melaksanakan wewenang Menpora dan tidak melaksanakan pengendalian dan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam PP 60 Tahun 2008.

Kemudian, SesKemenpora menetapkan pemenang lelang konstruksi dengan nilai di atas Rp 50 miliar tanpa memperoleh pendelegasian dari Menpora sehingga diduga melanggar Keppres 80 Tahun 2003.

Menpora juga diduga membiarkan SesKemenpora melaksanakan kewenangan Menpora dan tidak melaksanakan pengendalian dan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam PP 60 Tahun 2008.

Ditambah lagi, dengan dugaan adanya rekayasa proses pelelangan pekerjaan konstruksi untuk memenangkan Adhi Karya dan Wijaya Karya. Dengan cara, mengumumkan lelang dengan informasi yang tidak benar dan tidak lengkap, kecuali kepada Adhi Karya dan Wijaya Karya yang diduga melanggar Keppres 80 Tahun 2003.

Kemudian, untuk mengevaluasi kemampuan dasar Kerjasama Operasional (KSO) antara Adhi Karya dan Wijaya Karya digunakan dengan cara menggabungkan dua nilai pekerjaan.

Sedangkan, peserta lain digunakan nilai proyek tertinggi sehingga menguntungkan dua perusahaan plat merah tersebut. Sehingga, melanggar PP 29 Tahun 2000, Keppres 80 Tahun 2003, dan Permen PU 43 Tahun 2007.(ry)

Wed, 9 Jan 2013 @00:14

Copyright © 2019 PCD TECH · All Rights Reserved