RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

WELCOME

PARIWISATA
image

GO JATENG 2013

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
MITRA
image

LBH LINDU AJI

SAIKI JAM

HOBBY

SINGOTORO JEEP CLUB

Gelar Bangsawan Solo Dijual Belikan Warga Malaysia

image

SOLO, KSR.COM - Praktek jual beli gelar kebangsawan Keraton Kasunanan Surakarta di Malaysia terbongkar. Diketahui adanya perusahaan berbentuk PT Karaton Solo Hadiningrat SDN BHD, yang bergerak menjual gelar kebangsawanan kepada warga Malaysia yang ingin mendapatkan gelar Keraton Surakarta.

“Kalau berapa gelar tersebut di jual, saya tidak tahu. Selain ada perusahaan berbentuk PT, di Malaysia ternyata banyak beredar ijazah kebangsawanan palsu yang dikeluarkan PT tersebut,” kata Kanjeng Pangeran (KP) Sosronagoro.

Praktek jual beli gelar di Malaysia terbongkar, ketika pihak Keraton Kasunanan Surakarta curiga terhadap penghargaan yang dimiliki warga negara Malaysia, Dato Sri Paduka Lim Kim Ming dan istrinya.

Awalnya memang pihak Keraton Solo memberikan gelar kepada Lim Kim Ming yang bersedia menjadi Duta Kebudayaan antar kedua negara, Indonesia dan Malaysia dengan gelar Kanjeng Raden Aryo. Termasuk kepada istrinya dengan gelar Nyi mas atau setingkat penemu.

Tetapi saat kembali menghadap kepada pihak Keraton untuk meningkatkan kerjasama yang selama ini telah terjalin, gelar bangsawan yang disandang Lim Kim Ming naik satu tingkat menjadi Kanjeng Pangeran dan istrinya naik menjadi Kanjeng Raden Ayu Temenggung.

“Jelas SISK Paku Buwono XIII curiga. Sebab beliau merasa belum pernah menaikan pangkat kebangsawanan Lim Kim Ming,” terangnya.

Setelah ditelusuri, ternyata surat penghargaan yang ada pada Lim Kim Ming palsu. Dalam surat tersebut juga, Lim Kim Ming telah berani menggunakan stampel kerajaan palsu. Termasuk mendirikan PT yang namannya Keraton Kasunanan Surakarta.

Dengan temuan tersebut, SISK Paku Buwono XIII langsung mengeluarkan titah yang menyatakan semua gelar kebangsawanan yang dikeluarkan PT Keraton Solo Hadiningrat SDN BHD dengan berkedudukan di Malaysia tidak ada hubungannya dengan gelar bangsawanan yang disematkan langsung oleh SISK Paku Buwono XIII.

“Atas laporan kami, pihak Malaysia telah mencekal Lim Kim Ming untuk berpergian keluar Malaysia dan SISK Paku Buwono XIII telah mencabut dan menyatakan tidak lagi ada hubungan kerjasama kebudayaan dengan Lim Kim Ming,” tegasnya.

Dicekal Imigrasi Malaysia

Kanjeng Pangeran (KP) Sosronagoro menambahkan, Imigrasi Malaysia telah mencekal Dato Sri Paduka Lim Kim Ming beserta istri, atas dugaan pemalsuan gelar kebangsawanan Keraton Kasunanan Surakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan pihak Imigrasi Malaysia dalam surat pemberitahuan yang diserahkan kepada Keraton Surakarta. Atas pencekalan tersebut, pihak keraton menunggu proses hukum terhadap keduanya di Malaysia.

“Keraton menunggu hasil hukum Lim Kim Ming dan istrinya. Bila sudah ada keputusan, tidak menutup SISK PB XIII akan mencabut gelar Kanjeng Raden Aryo dan gelar Nyi Mas atau setingkat penemu, yang sebelumnya disematkan kepada keduanya,” ungkap KP Sosronagoro kepada Okezone , Jumat (15/12).

“Menaikan pangkat bangsawan saja mereka berani dengan memalsukan stempel kerajaan, jadi tidak menutup kemungkinan keduanya juga berani mengeluarkan surat kebangsawanan Keraton,” paparnya.

KP Sosronagoro meminta tidak hanya kepada masyarakat Malaysia, namun juga masyarakat Indonesia untuk melapor kepada Keraton Surakarta bila ada pihak yang menjanjikan gelar bangsawan.

Secara fisik, surat penghargaan kenaikan pangkat bangsawan yang dikeluarkan keraton,ukurannya lebih kecil. Sedangkan surat gelar bangsawan yang banyak dipalsukan ukurannya lebih besar dari ukuran sebenarnya.

“Di bagian atas surat, terdapat lambang kerajaan Keraton dan cap stampel kerajaan yang berbeda untuk gelar bangsawan laki-laki dan gelar bangsawan perempuan,” ujarnya.(Hes/pl)

Sat, 15 Dec 2012 @15:44

Copyright © 2017 PCD TECH · All Rights Reserved