RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

MITRA
image

ANGKRINGAN NAMBAH TERUS SEMARANG

WELCOME

PARIWISATA
image

GO JATENG GAYENG 2018

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip

MITRA
image

LBH LINDU AJI

SAIKI JAM

HOBBY
image

SINGOTORO JEEP CLUB

Artanto Raden, Karier Di Bank Jateng Lebih Saya Utamakan.

image

Memiliki talenta sebagai Penyanyi dan Master of Ceremony, Artanto Raden lebih mengutamakan kariernya sebagai humas Bank Jateng.

 

Semarang,KSR.COM - Buat saya karir di Bank Jateng adalah segalanya. Sebesar apapun tawaran yang diberikan, kalau harus melakukannya pada Hari Kerja, maka dengan hormat saya menolaknya,” kata Artanto, baru-baru ini.

Artanto Raden, selain dikenal sebagai humas Bank Jateng, dia juga memiliki profesi ganda diluar kedinasan, yakni sebagai Pembawa Acara pada event-event ‘berkelas’. Pria asli Purwokerto, Alumni Fakultas Ekonomi Unsoed ini, sudah tidak asing lagi oleh pejabat di Jawa Tengah, hingga acara protokoler Kementerian dan Kepresidenan sudah hal biasa baginya.

“Menjadi pembawa acara, tidak semudah yang kita bayangkan. Selain harus sudah dikenal betul karakter dan kepiawaiannya, juga dituntut untuk luwes, tegas dan cekatan dalam mengambil keputusan untuk memanfaatkan suasana,” ujar bapak dari Melody dan Archab ini.

Membawa acara, kata Artanto Raden, tidak selalu sama antara satu event dengan acara lainnya. Pengalaman dan keterampilan pembawa acara sangat besar pengaruhnya terhadap kesuksesan acara.

Untuk itu, pembawa acara harus datang lebih awal guna mempersiapkan diri dan meneliti persiapan peralatan acara. “Memulai dan mengakhiri acara berdasarkan waktu yang direncanakan menjadi kebanggaan pembawa acara karena ketepatan waktu termasuk salah satu pertanda keberhasilan pembawa acara,” ungkapnya.

Bintang Radio & Televisi

Kesuksesan Artanto Raden sebagai Pembawa Acara dan Penyanyi, berawal sebaga Bintang Radio dan Televisi tahun 1997. Kemudian melalui karir di Bank Jateng, prestasi dan popularitasnya di bidang entertainment makin menanjak pula.

Keberhasilan Artanto Raden dalam tarik suara tak perlu diragukan. Dia tiga kali menjadi Juara I Pop Singer dalam Porseni Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPDSI) yakni Juara I Pop Singer BPDSI ke VII di Makassar tahun 2007, Juara I Pop Singer dalam Porseni BPDSI ke VIII di Balikpapan Kalimantan Timur tahun 2009 dan Juara I Pop Singer dalam Porseni BPDSI ke IX di Medan, tahun 2011.

Dan rencananya, pada Porseni BPDSI ke X yang diselenggarakan di Palembang, pada bulan Mei 2013 mendatang, dirinya akan kembali mengemban tugas untuk meraih medali.

“Tadinya saya berpikir, setelah menjadi Juara I tiga kali berturut-turut, tidak boleh lagi mengikuti kejuaraan pada Porseni BPDSI. Tapi ternyata menurut pimpinan, aturan larangan tersebut tidak ada, dan saya diminta untuk mengikutinya kembali,” terang Artanto.

Disinggung tentang seringnya dia membawakan acara yang kemungkinan dapat mengganggu kinerja pada karirnya di Bank Jateng, menurutnya hal tersebut sangat dihindarinya, karena karir utamanya adalah pada Bank Jateng yang menjadi Kebanggaan Masyarakat Jawa Tengah itu.

Banyak Teman

Sebagai Public Relation atau humas, barang tentu memiliki banyak teman. Sesuai dengan fungsinya, selalu berhadapan dengan banyak orang yang otomatis juga memiliki berbagai karakter.

Menghadapi hal tersebut harus pandai-pandai menjalin komunikasi dan menciptakan pengertian publik yang lebih baik sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu organisasi pada managemen.

Sedangkan untuk dukanya, tentu normatif, karena semua pekerjaan memiliki resiko tersendiri. Namun demikian, tak jarang dirinya terkadang sempat jengkel oleh ulah wartawan yang sulit diberikan pengertian.

Bahkan tudingan ‘menilep’ dana wartawan pun masih sering terdengar. Terhadap hal tersebut, dirinya selalu menjelaskan, bahwa lembaga perbankan memiliki disiplin administrasi yang sangat tinggi, semua transaksi pengeluaran harus melampirkan berkas yang diperlukan.

Bila pengeluaran tanpa tanda terima atau kwitansi, maka resikonya adalah tanggungjawab pribadi, dan hal insidensial tersebut sering kali dilakukannya.

“Pada management Bank Jateng, setidaknya ada tiga pemeriksaan, yakni Audit Internal, BPK, dan Bank Indonesia. Dengan demikian kami tidak bisa sembarangan mengeluarkan dana, harus jelas peruntukannya,” ungkapnya.**AND

Mon, 29 Oct 2012 @08:56

Copyright © 2019 PCD TECH · All Rights Reserved