RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

WELCOME

PARIWISATA
image

GO JATENG 2013

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
MITRA
image

LBH LINDU AJI

SAIKI JAM

HOBBY

SINGOTORO JEEP CLUB

Bank Jateng Salurkan Bantuan Sosial Pada Kelompok Tani

image

Semarang, KSR.COM - Dana bantuan sosial dari Bank Jateng diberikan kepada para kelompok tani lele Minasari, Desa Tanjungsari, Kecamatan Banyudono senilai Rp 486,1 juta. Bantuan juga diserahkan kepada Kelompok Tani Desa Pododadi, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan senilai Rp999,4 juta.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Direktur Utama Bank Jateng, Drs Hariyono MM, pada acara penyerahan sertifikat tanah oleh Gubernur Jateng, H Bibit Waluyo. Gubernur mengungkapkan  Badan Pertanahan Nasional (BPN) masih memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk menyelesaikan sertifikasi tanah bagi 5.000 bidang tanah warga di wilayah Kabupaten Boyolali, dari total 10.000 bidang tanah yang diproses dalam Proyek Nasional Agraria (Prona).

Pad acara penyerahan itu, Gubernur Bibit Waluyo juga menyerahkan 500 sertifikat tanah yang diproses melalui Prona kepada warga Boyolali di Pendapa Kecamatan Banyudono, Jumat (19/10). Untuk wilayah Provinsi Jateng, disebutkan Bibit, jumlah total sertifikat tanah yang diproses dengan Prona mencapai 90.000 sertifikat.

“Untuk Boyolali totalnya 10.000 sertifikat. Saat ini sudah jadi 5.000 sertifikat, sehingga sisanya yang 5.000 sertifikat, masih menjadi PR bagi BPN. Saya targetkan sertifikat untuk yang 5.000 itu harus selesai akhir tahun ini, atau Desember mendatang,” tegas Bibit.

Dalam kesempatan itu, Bibit berharap sertifikat tanah yang sudah diperoleh warga itu bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Namun gubernur mengingatkan agar pemiliknya tidak menyekolahkan sertifikat miliknya itu.

“Memang bisa dimanfaatkan, bisa disekolahkan. Namun saya ingatkan agar dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif,” pesannya.

Dalam memanfaatkan sertifikat tanah itu, Bibit meminta warga berhati-hati. Sebab jika tidak, pihaknya memastikan justru akan merugikan diri sendiri.

“Uang hasil gadai akan musnah dalam sekejap dan tanah maupun sertifikat bisa berpindah tangan akibat pemiliknya tak bisa menebus lagi,” tambahnya.

Disinggung mengenai penuntasan sertifikat tanah dalam Prona, Bibit mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir. Pihaknya optimistis, kekurangannya dapat segera terselesaikan. Untuk itu seluruh masyarakat agar memanfaatkan tanah yang dimiliki untuk kegiatan produktif.**AND

Mon, 29 Oct 2012 @11:32

Copyright © 2017 PCD TECH · All Rights Reserved