Yayasan Bina Bangsa Gelar Pelatihan Jurnalistik Kecakapan Hidup

image

SEMARANG,KSR.COM _Yayasan Bina Bangsa Indonesia yang diketuai oleh  M.Hendy Soekanto turut  peduli akan perkembangan serta profesionalisme jurnalistik yang berkembang dewasa ini .  untuk itulah yayasan ini mengadakan pelatihan Jurnalistik yang diikuti dari berbagai kalangan  mulai mahasiswa, tenaga pendidik serta wartawan pemula yang ingin serius dan menambah wawasan di bidang dunia jurnalistik.
    Jurnalistik merupakan salah satu aktivitas komunikasi yang meliputi seluruh kegiatan penelusuran, pengolahan dan penyampaian informasi yang memiliki nilai sebagai sebuah berita dengan menggunakan media massa sebagai sarana penyajiannya. Penelusuran berarti bahwa informasi tidak datang dengan sendirinya, melainkan dibutuhkan suatu usaha yang sistematis dalam penggalian informasi.
    Bertempat di Aula UPTD Pedurungan Jl. Parangkusumo Raya No.13 A Tlogosari Semarang. Tak kurang dari 50 peserta mengikuti acara pelatihan  jurnalistik program Kecakapan hidup ini.Bertindak sebagai pembicara adalah Abah Sulthon salah seorang pendiri dan pemilik koranborgol , Poltak Sinaga Pewarta Senior yang aktif di beberapa media lokal dan dihadiri pula oleh Kepala UPTD Kec.Pedurungan Siswoyo Hendro.
Dalam sambutannya Siswoyo mengapresiasi Yayasan Bina Bangsa dan Koran Suara Rakyat yang mengadakan acara pelatihan Jurnalistik ini dan memberikan semangat kepada peserta pelatihan untuk serius dalam mempelajari setiap trik dan tip seputar ilmu jurnalistik yang di paparkan oleh para pembicara yang hadir.
    Abah Sulthon yang memaparkan tentang teknis cara menulis berita di media Koran, Tabloid, Majalah yang mempunyai kedalaman berita sendiri-sendiri sesuai dengan tujuan media tersebut, dengan menggunakan bahasa yang sederhana namun mengena peserta nampak antusias mengikuti setiap sesi yang disajikan.
    Lebih lanjut diterangkan bahwa hal yang membedakan jurnalistik dengan aktivitas komunikasi lain, adalah bahwa informasi yang ditelusuri, diolah dan kemudian disajikan kepada publik harus memiliki nilai sebagai sebuah berita. 
    Sesungguhnya, tidak semua informasi dapat dikategorikan sebagai sebuah berita melainkan yang hanya memiliki pengaruh bagi kehidupan kita sebagai individu maupun mahluk sosial.
    Sementara itu Poltak Sinaga Lebih banyak mengulas tentang seputar dasar-dasar menulis yang baik sesuai ilmu jurnalistik yang harus memenuhi unsur menulis berita yaitu  5 W DAN 1 H .

W1 = What
ini adalah untuk menanyakan tentang apa yang akan kita tulis, tema apa yang akan diangkat dalam berita, atau hal apa yang akan dibahas dalam berita tersebut.
W2 = Who
adalah siapa tokoh yang menjadi tokoh utama di WHAT. unsur siapa selalu menarik perhatian pembaca, apalagi manusia yang menjadi objek berita itu adalah seorang yang aktif di bidangnya.
Unsur SIAPA ini harus dijelaskan dengan menunjukkan cirri-cirinya seperti nama, umur, pekerjaan, alamat serta atribut lainnya berupa gelar (bangsawan, suku, pendidikan) pangkat/jabatan.
W3 = When
unsur ini adalah menanyakan kapan peristiwa itu terjadi. jadi dalam sebuah berita tentunya akan menyebutkan kapan waktu peristiwa itu terjadi. misal
“peristiwa pengeroyokan seorang mahasiswa itu terjadi pada hari kamis siang sekitar pukul 13.00 waktu setempat”
W4 = Where
unsur ini menanyakan lokasi kejadian peristiwa (dimana) atau tempat berlangsungnya peristiwa tersebut. contohnya
“aksi pengeroyokan tersebut berlangsung tidak jauh dari kampus korban”
W5 = Why
why atau kenapa peristiwa itu terjadi. ini menanyakan alasan mengapa peristiwa itu bisa terjadi. disini penulis di tuntut untuk menguraikan penyebab terjadinya peristiwa. contoh
“menurut pengakuan pelaku, korban dikeroyok karena telah menghina pelaku dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan kepada pelaku”
6. H = How
pertanyaan How / bagaimana ini menggambarkan suasana dan proses peristiwa terjadi.
    Menurut bang Poltak semua unsur diatas sangat perlu di perhatikan dalam menulis sebuah berita.
boleh dikata berita tanpa unsur diatas bagai sayur tanpa garam.
    Lebih lanjut diterangkan bahwa pengolahan menunjukkan, bahwa setelah informasi tersedia maka dibutuhkan keterampilan lanjutan untuk mengemas informasi tersebut sehingga layak disampaikan dan mudah dikonsumsi oleh mereka yang membutuhkannya. Penyajian menegaskan, bahwa aktivitas jurnalistik dirancang untuk mendistribusikan kembali apa-apa saja yang ditelusuri dan diolahnya kepada publik dan tentunya, media massa adalah sarana yang paling efisien dan strategis dalam penyebarannya.
    Pimred SUARA RAKYAT Andy Tris SN mengungkapkan bahwa tidak bisa dipungkiri bahwa Ilmu Jurnalistik kini tidak hanya didominasi oleh wartawan / media besar yang sudah mapan saja, tetapi siswa sekolahpun seolah menjadi kewajiban untuk belajar hal tersebut sehingga sekarang ini tiap sekolah pasti memiliki media komunikasi cetak itu.
    Mulai dari yang berbentuk mading sampai majalah sekolah, sehingga kita merasa perlu untuk terus mengadakan pelatihan-pelatihan semacam ini harapan di masa mendatang lebih baik lagi tambahnya.Mel/FRIN

Wed, 10 Oct 2012 @16:46