RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

WELCOME

PARIWISATA
image

GO JATENG 2013

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
MITRA
image

LBH LINDU AJI

SAIKI JAM

HOBBY

SINGOTORO JEEP CLUB

Tidak Bertanggung Jawabnya Managemen AQUA

image

Semarang,KSR.COM-Keluarga MN warga Banyumanik Semarang melakukan protes keras terhadap managemen minuman mineral merk AQUA perwakilan Jawa Tengah yang berkantor di Klaten.

Pasalnya, AQUA kemasan ukuran 240 ml saat di minum, Bunga nama samaran putri dari keluarga MN, mengakibatkan muntah-muntah, dan sampai dirawat di Rumah Sakit.

Hal yang dialami Bunga, tentu menjadi warning bagi masyarakat agar lebih berhati-hati untuk mengkomsumsi air mineral dari berbagai merk termasuk AQUA.

Karena pihak keluarga MN ingin mengetahui penyebab Bunga muntah-muntah mereka mencicipi semua makanan dan minuman sesuai dengan yang dikomsumsi Melati saat itu.

Namun mereka sempat merasa tercengang dibuatnya, ketika mencicipi air AQUA dalam gelas yang berbeda, merasakan rasa airnya, selain terasa pahit, juga rasa anyir dan gatal dilidah.

MN termasuk pelanggan setia air minum kemasan merk AQUA ini mengatakan, saya terakhir membeli satu kardus minuman gelas ukuran 240 ml merk AQUA pada bulan juni 2012 di sebuah swalayan 24 jam di kota Semarang.

Ada Gumpalan

Label dalam kemasan kardus dan gelas air minum itu masa kadaularsanya masih lama. Setelah diperiksa, dalam AQUA terdapat gumpalan yang berbentuk gel warnanya transparan dan ada bintik-bintik seperti jamur (Barang bukti masih tersimpan sampai sekarang).

Setelah Bunga sembuh, MN minta tolong kepada wartawan untuk menemaninya mengajukan keluhanya kepada pihak AQUA. Konfirmasi pertama dilakukan di distributor Pundak Payung.

Herannya, dengan alasan karena tempat tinggalnya MN dekat dengan wilayah distributor tidak dapat memberikan penjelasan sehingga MN dianjurkan untuk konfirmasi kantor pusat AQUA Jawa Tengah di Klaten.

Pihak kantor AQUA di Klaten mengutus pegawai labolaturium AQUA yang bernama Adit didampingi seorang wanita. Adit dan temanya mengakui bahwa kemasan AQUA yang dibawa MN benar-benar 100% AQUA yang mereka produksi.

Namun, karena tugas Adit hanya sebatas memeriksa produk, dia berani menindaklanjuti permasalahan tersebut hingga selesai, dengan alasan persoalan itu harus mereka laporan dulu keatasan.

Anehnya, meski pun sesuai penjelasan Adit bahwa kemasan itu adalah benar benar produk AQUA, namun berikutnya, Joko pimpinan AQUA Klaten mengajak MN untuk melakukan uji labolaturium di Jalan Kaligawe, Semarang.

Sayang pihak labolaturium tidak mau melakukan uji laboratorium dengan alasan isi sampel kurang dari satu liter. Melihat persolan diatas, MN menduga bahwa pihak AQUA dengan laboratorium terjadi konspirasi agar kasus AQUA yang menimpa keluarga MN tidak mencuat alias tertutupi.

Hari berikutnya, Joko menemui korban, karena MN minta pertanggung jawaban atas kelalaian suatu produknya yang sampai mengakibatkan anaknya dirawat di RS.

Namun dengan angkuhnya Joko hanya mengatakan pihaknya tidak mau bertangungjawab atas kejadian tersebut. “Kami hanya akan mengganti biaya pengobatan korban dengan AQUA gelas 240 ml sebanyak 3 kardus,” kata Joko kepada wartawan yang mendampingi MN.

Tidak Manusiawi

Keluarga korban tidak mau menerima karena pihak AQUA dianggap tidak manusiawi, apalagi tidak sesuai dengan apa yang sudah dikeluarkan dan dialami oleh keluarga MN. “Mentang-mentang kami rakyat kecil, sehingga nyawa anak saya hanya diganti dengan AQUA gelas 3 kardus? coba kalau keluarga mereka mengalami penderitaan seperti yang dialami Bunga apa mereka mau nyawa anaknya diganti AQUA 3 kardus?,” tutur MN kesal.

Saat ditolak oleh MN, Joko malah marah-marah dan meminta wartawan (yang membawa air minun AQUA yang ada gelnya) untuk segera menyerahkan barang bukti itu kepadanya.

Namun wartawan menolak memberikan bukti kepada Joko, akan tetapi Joko masih tetap ngotot meminta untuk segera menghancurkan bukti tersebut dan meminta agar berita itu tidak disebarluaskan kepada masyarakat.

Masalah ini sudah berjalan dua bulan (Juli 2012), tapi sampai saat ini belum ada penyelesaikan dari pihak AQUA terhadap keluarga korban.

Sementara itu, Joko pimpinan AQUA perwakilan Jawa Tengah saat dikonformasi mengatakan, bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan dengan pihak keluarga korban.

“Masalah ini telah kami selesaikan dengan pihak keluarga korban. Kami punya bukti-bukti dan surat pernyataan dari keluarga korban,” kata Joko

Namun ketika ditanya bukti-bukti penyelesaiannya dan isi surat pernyataan tersebut, Joko berkelit bahwa dirinya tidak ingat isi pernyataan yang disebutkan. Dengan buru-buru Joko, menutup pembicaraan dengan alasan sibuk.

Sementara MN membantah keterangan Joko, sebab pihak AQUA belum pernah menyelesaikan persoalan yang dialami keluarganya.

“Keterangan Joko itu pembohongan publik. Saya tidak pernah membuat apalagi menandatangani surat pernyataan,” tegas Joko . (Tim)

Sat, 6 Oct 2012 @21:19

Copyright © 2017 PCD TECH · All Rights Reserved