RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

WELCOME

PARIWISATA
image

GO JATENG 2013

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
MITRA
image

LBH LINDU AJI

SAIKI JAM

HOBBY

SINGOTORO JEEP CLUB

Kasus Korupsi Studio Mini Segera Digelar

image
SEMARANG,KSR.COM_Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara atau ekpos kasus dugaan korupsi proyek pengadaan studio mini “Mbali Desa Mbangun Desa” Pemprov Jateng.
“Kami sudah menjadwal, paling lambat minggu depan, kasus studio mini akan dilakukan gelar perkara,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati Jateng Wilhelmus Lingitubun, di Semarang, Senin (24/9).
Ia mengatakan, saat ini pihaknya sangat sibuk menangani beberapa kasus perkara. Termasuk kasus dugaan korupsi pengadaan studio mini.
Walaupun kasus studio mini perkaranya sudah agak lama, namun, kata Wilhelmus, perkembangan kasus tersebut setiap hari dilakukan pemantauan.
“Semua perkara yang ada di Kejati selalu bergerak. Jadi minggu depan rekan-rekan wartawan nanti akan kami undang dalam gelar perkara tersebut,” tandasnya.
Periksa Saksi

Sementara itu, dalam penyidikan kasus studio mini, penyidik kejaksaan telah memeriksa sejumlah saksi di antaranya Kepala Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah Agus Utomo dan pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) studio mini Noor Jaman.

Penyidik Kejati Jateng juga telah memeriksa Kepala TVRI Stasiun Jawa Tengah, dua orang dari TVRI Banyumas, dan dua saksi lagi dari bagian perencanaan jaringan dan bagian pemasaran PT PLN Purwokerto.

Status penanganan kasus studio mini itu telah dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan oleh Kejati Jateng pada awal Oktober 2011 dan belum ada pihak yang secara resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus itu.

Proyek pengadaan studio mini di Pemprov Jateng menggunakan APBD Jawa Tengah periode 2008 dan 2009 sebesar Rp4 miliar, dari pengajuan anggaran semula yang mencapai Rp6 miliar.

Berdasarkan hasil investigasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Jawa Tengah, kerugian keuangan negara dalam kasus studio mini itu sebesar Rp2,4 miliar dan saat penyerahan berita acara penyelesaian proyek ditemukan adanya kelebihan pembayaran sebesar Rp2 miliar.

Pada audit BPKP selanjutnya, ditemukan kekurangan sebesar Rp65 juta atas dua unit trafo yang belum terpasang.

Hingga saat ini, Kejati Jateng belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan studio mini yang penyidikan telah dimulai sejak Oktober 2011.

Sorotan Tajam

Sebelumnya kinerja Kejati Jateng mendapatkan sorotan tajam dari sejumlah elemen masyarakat Jawa Tengah, atas mangkraknya kasus dugaan korupsi pembangunan studio mini.

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Lembaga Investigasi Permasalahan Masyarakat Indonesia (LIPMI) Kota Semarang mendesak agar Kejati Jateng tidak ‘tebang pilih’ dalam menangani kasus korupsi.

“Kami mendesak Kejati Jateng segera menjemput paksa para pelaku korupsi studio mini. Agar, tidak menghilangkan barang bukti dan melarikan diri,” ujar Ketua DPD LIPMI Kota Semarang, Mansyur Salim, belum lama ini.

Dia menjelaskan pemberantasan tindak pidana korupsi di Kejati Jateng, jalan ditempat. Padahal sebelumnya Kejati Jateng sudah menetapkan status tersangka terhadap Agus Utomo, pejabat Pemprov Jateng dan seorang pejabat TVRI, namun hingga kini keduanya belum di proses sesuai aturan hukum.

“Tragisnya lagi, peningkatan status dari saksi menjadi tersangka terhadap Agus Utomo dan pejabat TVRI oleh Kejati Jateng, sudah lama. Namun, upaya prores hukumnya maupun penahanan terhadap pelaku hingga sekarang tak pernah dilakukan oleh Kejati.” terangnya.**TIM

Sat, 6 Oct 2012 @21:19

Copyright © 2017 PCD TECH · All Rights Reserved