RSS Feed
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru

MITRA
image

ANGKRINGAN NAMBAH TERUS SEMARANG

WELCOME

MITRA
image

Angkringan Nambah Terus 

Jl. Gajah Raya No.128c Semarang

PARIWISATA
image

GO JATENG GAYENG 2018

INFO REDAKSI
image

Pimred Koran Suara Rakyat

ANDI TRIS SN


Silahkan Hubungi Kami
Kategori
Arsip
MITRA
image

LBH LINDU AJI 

HOBY
image

Komunitas Mobil HBC

SAIKI JAM

Proyek Tol Seksi V Terhambat Pembebasan Lahan

image
Pembangunan jalan tol seksi V Ungaran-Ambarawa yang rencananya rampung Oktober 2013 terancam molor. Pasalnya, sampai saat ini masih terkendala pembebasan lahan ditiga lokasi berbeda.

Demikian disampaikan Pimpinan Proyek Bidang II Waskita Karya Ir. Yahya Mauluddin kepada koran suara rakyat.com ketika ditemui diruang kerjanya, Jumat (10/8)

“Permasalahan utama adalah pembebasan lahan. Masih ada tiga lokasi pembebasan lahan belum rampung. Antara lain lahan SD Kandangan, Kantor KUA, dan tanah bengkok di Bawen,” ujar Ir. Yahya Mauluddin.

Menurut Ir. Yahya Mauluddin, agar pembangunan jalan tol dapat tepat waktu diharapkan pemerintah melalui Panitia Pengadaan Tanah (PTP) segera menyelesaiakan pembebaskan lahan, supaya pengerjaan proyek dapat dilaksanakan.

“Jika hal tersebut tidak segera diselesaikan, selain pekerjaan semakin molor, juga akan menambah cos sehingga biaya pembangunannya akan semakin membengkak,” katanya.

Tak Sesuai Target

Sementara itu, progres proyek konstruksi fisik Jalan Tol Seksi II Ungaran-Bawen baru mencapai 27,18 persen. Kalangan dewan menilai pencapaian pembangunan itu belum sesuai target yakni 29,71 persen.

 

Menurut Anggota Komisi D, DPRD Jateng, Sasmito

pencapaian yang belum maksimal itu lebih disebabkan adanya persoalan pembebasan tanah di Desa Lemah Ireng, Bawen, Kabupaten Semarang.

“Jika persoalan tersebut tidak segera diselesaikan, maka akan berpengaruh pada pencapaian target pembangunan Tol Seksi II Juli 2013 mendatang,” ujarnya.

 

Dia mengatakan, Pemprov harus melakukan langkah pendekatan yang baik kepada warga. Namun, kalau yang setuju atas penawaran tanah sudah mencapai 70 persen dari total warga, seharusnya proyek dapat dijalankan.

Sangat Dibutuhkan

Terpisah, Gubernur Jateng Bibit Waluyo meminta warga Lemah Ireng dapat menerima penawaran harga ganti rugi tanah. Bila warga setuju, maka semakin cepat pula pembangunan tol tersebut.

 

“Sekarang ini yang ada masalah. Sebanyak 49 keluarga di wilayah Kabupaten Semarang yang belum bersedia melepas lahannya,” kata Bibit.

Menurut Bibit, pembebasan lahan tersebut warga akan menerima ganti untung. Saya berharap warga dapat membantu karena lebih cepat lebih bagus. Karena, penerapan harga itu sudah lebih baik dan bermanfaat untuk masyarakat setempat.

“Lalu lintas sudah sangat padat, sehingga jalan tol ini sudah sangat dibutuhkan. Masyarakat seharusnya sadar, karena mereka juga memanfaatkannya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, saat ini tanah yang belum terbebaskan seluas 8,28 hektar atau 6,21 persen. Dari jumlah luasan itu, terdapat 69 bidang tanah yang terletak di Desa Lemah Ireng dan 3 bidang lagi di Desa Derekan Kabupaten Semarang . (And TIM)

 

Sun, 12 Aug 2012 @15:37

Copyright © 2020 PCD TECH · All Rights Reserved