" TUJUH ORANG TEWAS TERJEBAK KEBAKARAN "

image

KSR.COM,Semarang - Tujuh mayat korban kebakaran di sebuah rumah di Jalan Tirtoyoso Gang IX Nomor 5, Rejosari, Semarang Timur, sudah berhasil diidentifikasi. Tim Forensik Rumah Sakit Umum Pusat dr Kariadi Semarang membutuhkan waktu 9 jam untuk mengidentifikasi korban.

''Proses identifikasi mulai pukul 18.00 hingga 03.00 pagi,'' kata Kepala Instalasi Forensik RSUP dr Kariadi, Arif Rachman, di Semarang, Ahad, 5 Agustus 2012. Identifikasi butuh waktu lama karena jumlah korbannya banyak serta tingkat kerusakan akibat kebakaran cukup berat.

Di antara tujuh korban, ada tiga baby sitter . Ketiganya adalah Ramiyah (warga Klowoh RT 26 RW 07 Kwadungan Kalijajar, Wonosobo), Desi (warga Poncol Gg.XIV RT 01 RW 06 Pekalongan) dan Tari (warga Cilacap). Empat korban lain adalah keluarga Andriyanto Susetyo atau Hok Tien (58). Andriyanto dikenal sebagai pemilik Yayasan Kematian Budi Kasih di Semarang.

Polisi menduga pemicu kebakaran adalah ledakan genset yang ditaruh di depan rumah. Sejak pukul 10.00, Sabtu, 4 Agustus 2012, kemarin, kawasan itu memang mengalami pemadaman listrik. Begitu meledak, api dari genset dengan cepat menjalar akibat adanya sisa-sisa tumpahan bensin. Api juga membesar dengan cepat karena banyak karangan bunga dari kertas di rumah itu.

Seluruh penghuni rumah diduga tidak bisa keluar karena pintu rumah hanya ada satu di bagian depan. Padahal, api dari ledakan genset tepat berkobar di pintu utama itu.

Selain Andriyanto, korban kebakaran adalah istri Andriyanto bernama Lusiana alias Cik Lioe (50), Vini (34), dan dua cucunya, Gabriel (6) dan Gio (3 bulan). Satu pembantu lagi, Suwati (19) bersama cucu Andriyanto lain, Dominic (4), selamat karena berhasil keluar ketika api belum membesar.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang, Herianto, yang ikut mengevakuasi korban menyatakan para korban ditemukan dalam posisi berkumpul bertumpuk-tumpuk di depan tangga dekat kamar mandi dengan posisi Lusiana berada paling atas. ”Korban ditemukan bertumpuk-tumpuk, seperti berpelukan di depan tangga dan dekat kamar mandi,” katanya. (tim)

Mon, 6 Aug 2012 @01:13